Di tengah kesibukan kota yang serba cepat, banyak orang merasa kehilangan kendali atas ruang sosialnya, dan di situlah The Principles of Power menemukan relevansinya. Buku karya Dion Yulianto ini hadir seperti teman ngobrol yang pelan tapi tegas, mengajak pembaca berhenti sejenak untuk memahami bagaimana pengaruh sebenarnya bekerja. Dengan 33 prinsip yang lugas, Dion membuka ruang bagi pembaca untuk merenungkan kembali cara mereka dilihat, didengar, dan dihargai.
Hits: 82Kelly Kidman Salim Pijar, Medan. Seperti semangkuk sup hangat yang menenangkan di tengah cuaca dingin, buku Chicken Soup for…
Apa yang kamu pikirkan saat mendengar kata Malioboro? Pada siang hari, tempat itu terasa sibuk dan penuh dengan keberadaan manusia. Namun, saat lampu-lampu kota meredup dan langkah-langkah kaki hampir tak terdengar, Malioboro berubah menjadi lebih sunyi, lebih manusiawi dan lebih jujur. Inilah yang tergambar dalam buku novel Malioboro at Midnight karya Skysphire.
Apakah uangmu tersenyum? Jika selama ini kita hanya memandang uang sebagai alat tukar belaka, maka dalam buku yang berjudul Happy Money ini kita akan melihat dari kacamata yang berbeda. Uang dalam buku ini dijelaskan sebagai entitas yang memiliki energi, baik saat diperoleh maupun saat dikeluarkan untuk membeli kebutuhan.
“Selama lima puluh tahun penduduk Suriah telah hidup dalam ketakutan, sulit memercayai siapa pun, dan memupuk niat memberontak di lubuk hati yang terdalam. Kami menegakkan kepala dan menanam pohon lemon sebagai lambang pertahanan”.
Pernahkah terpikirkan olehmu bahwa selama ini mungkin saja kamu telah salah memahami sesuatu dan baru menyadarinya setelah bertahun-tahun berlalu? Dalam novel Hello, Tere Liye menghadirkan kisah sederhana tetapi menyentuh hati pembaca melalui cerita tentang dua orang yang terikat masa lalu, serta penyesalan yang lama tersimpan
Kamu pernah tidak merasakan sesuatu yang ada di batas kata “hampir”? Brian Khrisna, seorang penulis muda Indonesia yang dikenal lewat karya-karyanya, menulis sebuah buku berjudul The Book of Almost. Buku ini berisi kumpulan sajak-sajak pendek mengenai cinta, kehilangan, serta segala sesuatu yang hampir.
Apakah kalian pernah menemukan tumpukan komik Why? di rak buku lama dan teringat kembali ke masa kecil? Masa di mana belajar sains, sejarah, astronomi, dan topik lainnya terasa menyenangkan karena dijelaskan lewat gambar lucu dan cerita yang seru. Komik ini tidak sekadar menjadi hiburan semata, tetapi juga awal mula tumbuhnya rasa ingin tahu yang tiada batas.
Siapa yang tak ingin menjadi magnet sosial, pribadi yang kehadirannya selalu dinantikan dan kata-katanya didengar penuh perhatian? Rahasia daya pikat interpersonal ini diurai tuntas oleh pakar komunikasi Leil Lowndes dalam buku fenomenalnya, yang di Indonesia dikenal dengan judul The Magic of Talking (judul asli: How to Talk to Anyone: 92 Little Tricks for Big Success in Relationships).
Beberapa buku diterbitkan, dibaca, lalu perlahan terlupakan. Namun, ada pula yang tetap berbekas di pikiran pembaca hingga bertahun-tahun lamanya. Tulisan Sastra karya Tenderlova adalah salah satunya. Sejak pertama kali terbit di bawah naungan LovRinz Publishing pada tahun 2020, novel ini tak hanya menarik hati pembaca, tapi begitu membekas hingga terus terkenang dan masih kerap muncul sebagai perbincangan di media sosial hingga saat ini.
