Sastra

Yang Tak Pernah Sampai - www.mediapijar.com

Yang Tak Pernah Sampai

Hujan terus mengguyur kota, sudah lima jam sejak pagi, dan ia tak berniat untuk berhenti. Langit tampak sangat kelabu dan suara tetes air memukul genting seperti detak jam dinding. Aku melangkah malas menuju jendela yang lupa kututup semalam, angin terus membawa gerimis masuk, menampar kulit dan menyapu dingin hingga ke tulang. Namun, sebelum sempat sampai, kakiku tersandung sesuatu.

Antara Aku dan Dia - www.mediapijar.com

Antara Aku dan Dia

Namaku Rara. Namun, di malam hari…, aku tidak lagi menjadi Rara. Setiap matahari terbenam, keheningan pun datang mengisi ruang kamarku. Aku merasakan sesuatu yang mengganjal pikiranku. Sesuatu yang bukan lagi aku, tetapi kehidupan lain di dalam diriku.

Seandainya - www.mediapijar.com

Seandainya

Sore itu alunan rintik hujan menggema ke seluruh kota, tampak seorang pria tua yang mungkin berusia sekitar 50 tahunan, duduk seorang diri di ujung sofa di dalam kedai kopi yang tidak ramai. Dipandangnya lamat-lamat kopi hitam yang sudah lama dingin di atas meja.