Hits: 28
Adelima Patricya
Apa katanya tentang mimpi dan asa,
Jika tiap detikku habis di depan meja.
Menulis kata demi kata yang ku punya,
Ditemani cahaya redup dalam jiwa.
Apa katanya tentang cita dan daya,
Jika setumpuk kertas membayang tanpa jeda,
Tetap ku jaga apa yang tertanam dalam dada,
Meski hampa tenaga, jiwa tetap berdaya.
Dapatkah waktu dan semesta jadi teman?
Bersamanya akankah kuselesaikan perjalanan?
Bagai pendar cahaya yang menenangkan
Sisi jiwapun mendapatkan kekuatan.
Apa katanya tentang aku yang telah berdiri di sana,
Dengan secarik kertas sebagai bukti cerita yang terangkai,
Telah kuserahkan segalanya, jiwa, dan sukma,
Untuk satu kata dambaan: Selesai.

