Hits: 45

Alya Amanda

 

Kalut

Dirinya bergemuruh, sibuk menyalakan emosi

Sekitarnya dipenuhi kabut, lebat.

“Tak ada yang mengertiku!”

Kini, dirinya sibuk ingin dimengerti

 

Jeda

Gemuruh tadi kian pudar, dibantu angin

Pikirannya berlari acak, memutar, ceroboh.

“Tidak ada manusia yang tidak ingin dimengerti…”

Angin tadi bersaut-saut

 

Reda

Kini tenang tengah memangkunya, ditopang air mata

Dirinya terpejam, walau kusut masih jadi jelmaan pikiran

Tak apa. Tak apa. Tak apa.

Sejatinya, kita manusia: kusut, abstrak, tidak jelas.

 

Leave a comment