Leicester, bukanlah tim sepakbola dengan taburan bintang. Nama Riyad Mahrez, Jamie Vardy, Shinji Okazaki, dan N’golo Kante masih kalah glamor dengan Aguero dari Manchester City ataupun Eden Hazard di Chelsea.
Sebuah kisah
Dari dua insan terpisah
Bersama pilu yang semakin merekah
Para fans sepak bola di seluruh dunia dihebohkan dengan kabar adanya sebuah kompetisi baru yang mempertemukan klub-klub besar eropa yaitu Europa Super League (ESL) atau Liga Super Eropa. Europa Super League yang dibentuk oleh dua belas klub eropa ini mendapat kecaman dari UEFA selaku federasi sepak bola di benua biru tersebut.
Mendengar suara-suara halusinasi, melihat hal-hal khayalan, dan melukai diri sendiri bukanlah sebuah penyakit. Seperti sebuah flu ringan yang membuat tubuh kita sakit, rasa depresi yang ringan pun membuat mental kita sakit.
Begitulah yang dialami oleh sang penulis, Baek Se Hee wanita yang lahir di Seoul tahun 1990. Buku ini diangkat dari kisah nyata yang dialami oleh dirinya sendiri. Baek Se Hee yang mengalami persistent depressive disorder atau distimia selama kurang lebih 10 tahun.
Setelah menamatkan jenjang perguruan tingginya di salah satu Universitas dengan jurusan Sastra, Ia bekerja di salah satu penerbit selama lima tahun. Sembari bekerja, Baek Se Hee mencoba mengunjungi berbagai psikolog dan psikiater. Singkat cerita, Baek Se Hee akhirnya menemukan rumah sakit yang cocok pada tahun 2017 dan saat ini sedang menjalani perawatan, baik dengan konsultasi maupun bantuan obat.
Berbicara soal kopi, pastinya sudah tidak asing lagi dengan kopi luwak di kalangan masyarakat Indonsesia serta rasa dan proses pembuatannya yang unik.
Apakah semua orang sama seperti apa yang ditampilkan di depan layar?
Fenomena imposter syndrome ini pertama kali muncul pada tahun 1978 oleh Psikolog Rose Clance dan Suzzane. Pada masa awal penelitian ini dijelaskan bahwa sindrom tersebut hanya dijumpai pada wanita-wanita cerdas yang memiliki pencapaian prestasi yang tinggi.
Ambil semua yang kau nodai
Ambil yang sudah kau langkahi
Temui rasa cukupmu dan sudahi
Ada kabar gembira untuk para mahasiswa, karena Kebijakan Kampus Merdeka telah resmi dibuka di beberapa kampus dan salah satunya Universitas Sumatera Utara. Kebijakan Kampus Merdeka merupakan lanjutan dari rancangan Merdeka Belajar. Kebijakan Merdeka Belajar yang diluncurkan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim untuk lingkup perguruan tinggi dengan tajuk “Kampus Merdeka”. Di tengah gencarnya program Rektor USU, Dr Muryanto Amin, program Pertukaran Mahasiswa Merdeka MBKM dan Program Kampus Mengajar Angkatan ke 2 MBKM resmi telah dibuka di Universitas Sumatera Utara.
Sebuah amplop kecil berwarna oranye terang akan didapati begitu membuka cover buku yang didominasi dengan warna biru dan putih ini. Tertera sebuah tujuan nama, ‘Untuk: Awan (2047)’, di depannya. Isi nya adalah pesan yang tercatat pada tanggal 31 Desember 2018.
“Awan, katanya ‘kamu terlalu banyak bercanda’. Mereka benar… Tapi bisa lewati masa sulit dengan jenaka. Rasanya, kamu bukan orang biasa.” tulis Awan saat itu untuk dirinya di masa depan.
Sosoknya yang ‘gampangan’ menghadapi situasi getir, dan jarang memperlihatkan kesedihan membuat mereka-mereka yang melihat Awan, mengecapnya ‘terlalu banyak bercanda’. Padahal Awan juga punya masalah. Nafasnya sering diam-diam menderu menahan amarah. Jelas ada saat di mana ia muak dan ingin mengamuk saja pada semesta. Ia pula, punya ingin yang harus diredam agar tidak ada angan raga lain yang berduka. Seperti manusia selayaknya.
