Sulisintia Harahap

Pijar, Medan. Sebagai platform yang memiliki slogan ‘Kuasai Bahasa, Kuasai Dunia’, Narabahasa kini mengadakan Festival Tetralogi “Kiat Berbahasa Sehat agar Selamat dari Kecaman Netizen Jahat” dengan empat sub-festival yang saling bertaut dan saling bergantung. Festival yang digelar selama empat minggu ini, diadakan dalam rangka merayakan Bulan Bahasa 2021. Festival di minggu pertama bertajuk “Festival Menyimak” telah sukses dilaksanakan pada Sabtu (09/10/2021) melalui Zoom Meeting.

Festival Menyimak dibuka dengan salam hangat dan sapaan akrab kepada Kerabat Nara oleh Asep Wijaya selaku moderator. Asep juga memperkenalkan terlebih dahulu pemateri pada festival Menyimak ini, yaitu Innezdhe Ayang Marhaeni. Sebelum masuk sesi penyampaian materi, seluruh peserta diberi pemanasan dengan sesi Latihan Menyimak Wacana dan Cerpen. Antusiasme peserta semakin marak dengan beberapa tes pertanyaan yang dibuat oleh Tim Narabahasa mengenai wacana dan cerpen terkait.

Setelah berhasil membangun semangat kepada seluruh peserta festival, Asep memberikan ruang kondusif untuk Innez dalam memberikan materinya terkait menyimak. Sebelum menjelaskan lebih dalam mengenai menyimak, Innez memberikan wawasan dasar mengenai keterampilan bahasa yang meliputi menyimak, berbicara, membaca, dan menulis. Keterampilan menyimak adalah proses mendengarkan, mengidentifikasi, menginterpretasi, menilai, dan mereaksi makna bunyi bahasa.

“Menyimak itu adalah salah satu bentuk krusial dalam praktik berbahasa. Kalau kita tidak bisa menyimak dengan baik, kemungkinan besar kemampuan bahasa kita yang lain tidak akan bisa optimal. Kenapa? Karena menyimak itu merupakan salah satu fungsi bahasa yang paling besar, karena bukan saja mendengarkan, ada mengidentifikasi, menginterpretasi, menilai dan mereaksi. Jadi yang namanya menyimak itu tidak hanya mendengarkan dari awal sampai akhir, tetapi kita harus bisa mengeluarkan reaksi yang sesuai dengan apa yang kita dapatkan,” terang Innez.

Materi tentang keterampilan menyimak yang dibawakan oleh Innezdhe Marhaeni dalam Festival Tetralogi Narabahasa pada Sabtu (09/10/2021). (Sumber Foto : Dokumentasi Pribadi)

Dalam materinya, Innez juga menjabarkan jenis-jenis menyimak yaitu konten (memahami dan mengingat informasi), kritis (memahami dan mengevaluasi makna), dan empati (mengerti perasaan dan kebutuhan). Sehingga untuk dapat memahami apa yang disimak, ada lima tahapan yang harus dilalui yaitu terima, urai, ingat, evaluasi, dan tanggapi.

Dalam menyimak hasil yang didapatkan juga beragam, mulai dari kemampuan mengidentifikasi dan menyeleksi gejala-gejala fonetik dan bunyi segmental, mengenal, membedakan, dan menerapkan kosakata sesuai makna dan konteksnya, hingga kemampuan dalam menerapkan struktur tata bahasa sesuai dengan makna yang tepat.

“Yang pertama adalah fokus. Kita harus memusatkan perhatian dan mengetahui jangka fokus. Hal ini dikarenakan bahwa fokus manusia berbeda-beda. Kemudian, catatan. Ketika dalam menyimak, kita perlu menyiapkan catatan kecil untuk hal-hal penting yang masih memberi bekas kesan dalam ingatan. Bisa berupa kata kunci, kesan mendalam, maupun simbol. Terakhir adalah menempatkan respons dengan baik dan benar. Karena kita harus tahu tanggapan apa yang sesuai dengan kondisi dan suasana yang terjadi agar adanya kenyamanan dalam berkomunikasi,” jelas Innez mengenai bagaimana cara menjadi seorang pendengar yang baik.

Festival ini ditutup dengan sesi foto bersama seluruh peserta dan pemateri serta Ivan Lanin selaku pendiri Narabahasa yang turut hadir dalam kegiatan ini. Asep, juga kembali mengingatkan kepada peserta mengenai jadwal sub-festival selanjutnya di setiap hari Sabtu selama tiga minggu ke depan.

(Redaktur Tulisan: Tasya Azzahra)

Leave a comment