Sebanyak 51 orang pengurus Ikatan Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi (IMAJINASI) FISIP USU secara resmi dilantik pada Sabtu, (14/08) pukul 10.00 WIB melalui aplikasi zoom.
Beberapa orang memiliki impian menjadi seorang jurnalis. Mereka berbondong-bondong mulai menekuni cara untuk menulis, meliput, dan membawakan berita agar tersampaikan dengan jelas kepada seluruh penonton dan penikmat berita. Untuk itu, Himpunan Mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIKOM, turut berkontribusi dalam memberikan pengetahuan kepada khalayak dengan mengadakan Webinar Jurnalistik “Diary Komunikasi Vol.II” dengan Tema Expand Your Knowledge and Expand Your Insight on Journalistic yang dilaksanakan pada Jumat (13/8) melalui platform Zoom dan channel Youtube HUMAIK UNIKOM OFFICIAL.
Webinar ini membahas tuntas mengenai ruang lingkup kerja jurnalistik bersama Emi La Palau, Penyiar Radio PR FM dan Jurnalis BandungBergerak.id. Beliau membagikan pengalamannya selama menjadi jurnalis dan hal-hal yang kiranya dibutuhkan oleh seseorang untuk menjadi jurnalis. Emi mengatakan bahwa seorang jurnalis sangat berperan dalam perkembangan demokrasi suatu negara. “Kenapa pers sangat penting dalam sebuah negara komunikasi? Itu karena pers merupakan satu dari 4 pilar demokrasi. Eksekutif, legislatif, yudikatif, dan yang keempat adalah pers,” tutur Emi di awal.
Setelah konsisten melakukan Survei Indeks Optimisme Indonesia sejak tahun 2018, Good News From Indonesia (GNFI) kembali mengundang rekan-rekan media massa untuk menghadiri Peluncuran dan Diskusi Hasil Survei Indeks Optimisme 2021. Bekerja sama dengan Lembaga Survei Kelompok Diskusi dan Kajian Opini Publik Indonesia (KedaiKopi), diskusi hasil survei ini diselenggarakan melalui platform Zoom dan juga live streaming akun YouTube GNFI dan juga KedaiKopi pada hari Jumat (13/08) pukul 09.00-11.00 WIB.
Tujuan dilakukannya Survei Indeks Optimisme ini sendiri yaitu untuk mengukur seberapa besar optimistis generasi muda terhadap masa depan Indonesia dalam berbagai sektor kehidupan. “Kita mengukur semakin bertambahnya usia Indonesia, gimana sih kondisi optimisme kita, anak-anak muda terutama,” ucap Wahyu Aji, yang merupakan CEO dari GNFI. “Pada 2008, delapan puluh persen lebih ketika ditanya, mereka pesimis dengan masa depan Indonesia, yang artinya sebenarnya pesimis terhadap masa depan sendiri.” sambungnya
Tahun terus berganti, sudah hampir dua tahun para mahasiswa/i di Universitas Sumatera Utara (USU) melaksanakan perkuliahan dengan sistem daring. Beberapa semester telah dilalui dan tiba saatnya kampus menerima lagi mahasiswa/i baru dari seluruh penjuru Indonesia. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), salah satu fakultas di USU juga turut menyambut kehadiran mahasiswa/i baru (maba) dengan melaksanakan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) pada Jumat, 13 Agustus 2021.
PKKMB ini disiarkan langsung melalui platform Zoom Meeting dari Gedung B, Kantor Dekan lantai 2 FISIP USU. Acara yang dimulai pukul 08.15 dilaksanakan guna memberikan pemahaman yang lebih kepada para maba tentang dunia kampus yang akan dijalani. Banyak materi yang diberikan seperti pengenalan nilai budaya, etika, tata krama, norma kehidupan kampus, dan pengenalan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM).
Ketika dua orang bersaudara berjanji untuk saling mengasihi dan melindungi
Hangatnya perapian malam
Membawaku akan hangatnya kebersamaan kita
Kesejukan aliran mata air kebahagiaan
Mengingatkanku pada sejuknya berbagi tawa
Terkadang hal yang diharapkan berbenturan dengan kenyataan. Orang menganggapnya sebagai takdir. Dari situlah kebahagiaan bermakna, salah satunya keluarga. Apa yang dialami Ria memang biasa terjadi kepada banyak orang. Hanya saja untuk meraih semuanya membutuhkan perjuangan dan perjalanan yang panjang.
Minggu penghujung musim kemarau
Menyembul awan kumulonimbus yang berhembus
Seketika kelam
Ini hari terburukku. Kupikir bangun kesiangan karena alarm tidak berbunyi, hampir ditabrak mobil saat menyebrang dan diusir dari kelas karena telat semenit sudah cukup buruk untuk memulai hari. Ternyata itu hanya permulaan. Ya, permulaan untuk memulai kegilaan yang sebenarnya.
Aku tidak butuh validasi agar orang menganggapku cantik. Lagi pula, ini sudah abad 20, siapa yang peduli dengan standar kecantikan?
