Perkembangan teknologi digital mendorong transformasi besar dalam dunia penyiaran di Indonesia. Memasuki peringatan Hari Penyiaran Nasional (Harsiarnas) pada 1 April 2026, media penyiaran tidak lagi hanya bergantung pada radio dan televisi.
Emosi di Balik Cuaca
Senja itu kupandang siluetmu di balik cahaya jingganya,
Walau hanya hitam gelap,
Aroma minyak panas bercampur dengan wangi manis adonan langsung terasa ketika cetakan besi berbentuk bunga dicelupkan ke dalam wajan. Perlahan, adonan yang menempel digoyangkan hingga terlepas dan mengembang sempurna. Dari proses sederhana itu, lahirlah Kembang Goyang, kue tradisional yang hampir selalu hadir dalam berbagai perayaan di Indonesia.
Sal Priadi sangat piawai dalam menulis lirik lagu yang puitis dengan makna yang begitu mendalam. Pada 30 April 2024, ia kembali merilis sebuah lagu yang diberi judul “Ada Titik-titik di Ujung Doa”. Hingga saat ini, lagunya telah didengar lebih dari 67 juta kali di Spotify. Musik videonya sendiri dirilis pada 11 Maret 2026 dan telah mencapai 3,2 juta penayangan di YouTube.
Barangkali puisi yang pernah ditulis oleh Sapardi Djoko Damono bertajuk Hujan Bulan Juni, bukan Januari. Merupakan puisi romantis yang melankolis, rindu yang sengaja disembunyikan, dan luka yang hadir dengan emosional.
Dunia olahraga kini telah berkembang pesat. Perkembangan tersebut ditandai dengan jenis olahraga yang telah bertambah banyak seiring dengan perkembangan zaman, serta variasi dalam olahraga yang beragam diikuti dengan meningkatnya penggemar olahraga. Salah satu olahraga yang lahir dari keberagaman itu, yaitu Bossaball.
Sepulang Sekolah
Di tengah hiruk-pikuk opini yang semakin meluas, tidak semua suara dapat terdengar jelas. Banyak orang ingin mengutarakan pandangannya, tetapi sering terjebak dalam cara berbicara yang berputar-putar, penuh emosi, atau tidak terarah. Di sinilah buku Win Every Argument muncul sebagai bacaan menarik yang bukan sekadar panduan berdebat, melainkan kunci memahami cara berbicara yang benar-benar tepat sasaran.
Akhir-akhir ini, pemandangan mahasiswa membawa tumbler di lingkungan kampus sudah sangat biasa, baik di ruang kelas, perpustakaan, hingga kafe di sekitar kampus. Tumbler atau botol minum pribadi seolah menjadi bagian dari “identitas” mahasiswa modern.
