Hits: 22
Putri Romawani Simanjuntak
Pijar, Medan. Setiap tanggal 7 April, dunia memperingati Hari Kesehatan Internasional yang juga menandai peringatan berdirinya Organisasi Kesehatan Dunia atau Word Health Organization (WHO). Pada peringatannya ke-78 tahun, WHO mengusung tema “Together for Health. Stand with Science” yang menekankan pentingnya kolaborasi dan kontribusi sains dalam menjaga kesehatan manusia, hewan, dan lingkungan.
Tema yang diusung oleh WHO tersebut merupakan kampanye yang bermula dari dua momen global utama, yaitu Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Kesehatan Terpadu Internasional dan Forum Global Perdana Pusat Kolaborasi WHO pada tanggal 7 hingga 9 April 2026, yang mengumpulkan hampir 800 lembaga ilmiah dari 80 negara. Acara ini menghasilkan jaringan ilmiah terbesar sepanjang sejarah lembaga Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Kampanye ini dilatarbelakangi ketika WHO mulai menyoroti ancaman kesehatan dunia pada saat ini yang sudah semakin kompleks, mulai dari penyakit menular, perubahan iklim, hingga masalah kesehatan akibat lingkungan. Oleh karena itu, WHO menilai perlu keterlibatan sains untuk melengkapi serta memperbaiki masalah yang ada.
Dilansir melalui laman web who.int, Tedros Adhanom Ghebreyesus, selaku Direktur Jendral WHO, menjelaskan alasan dibalik pemilihan kampanye kesehatan yang berfokus pada sains.
“Di tengah kondisi kesehatan dunia yang kian menurun, WHO mengajak semua orang untuk berpihak pada sains dengan memanfaatkan bukti, fakta, serta panduan berbasis ilmiah untuk melindungi kesehatan,” ujarnya.
Ia juga menambahkan, bahwa pada tahun ini WHO menekankan kemajuan dalam dunia kesehatan tidak dapat dicapai tanpa kerja sama global.
“Untuk memajukan kesehatan masyarakat, dibangun solidaritas dan kolaborasi global,” jelas Tedros.
Oleh karena itu, WHO mengajak pemerintah, tenaga kesehatan, ilmuwan, dan masyarakat dari berbagai lapisan untuk berkolaborasi serta berpartisipasi aktif untuk merayakan keterlibatan sains dalam melindungi kesehatan manusia, hewan, tumbuhan, dan lingkungan di seluruh dunia. Ajakan kampanye tersebut mulai digaungkan di media sosial, melalui tagar #StandWithScience dan #WorldHealthDay yang dirangkum dengan nama Pendekatan One Health.
Menurut WHO, pencapaian dalam kampanye ini berfokus untuk menjalin kedekatan kepada masyarakat, sehingga tercipta dukungan, kepercayaan, serta keberpihakan kepada sains dan kesehatan masyarakat untuk masa depan yang lebih sehat.
(Redaktur Tulisan: Michael Sitorus)

