Hits: 43
Angel Charoline / Indra Rana Zafira Silaban
Pijar, Medan. Aktor legendaris, Jackie Chan kembali hadir dengan memukau penonton lewat aksinya sebagai polisi pensiunan yang cerdik dalam film The Shadow’s Edge. Dalam aksinya, Jackie Chan dengan kecerdikannya berusaha untuk menangkap para penjahat yang dikenal dengan nama Shadow yang diperankan oleh aktor legendaris, Tony Leung Ka-Fai dan beberapa aktor ternama, seperti Zhenwei Wang salah satu aktor di film Karate Kid, dan Wen Junhui salah satu anggota grup musik Seventeen.
Dilansir dari cinepoint.com, The Shadow’s Edge sukses meraih lebih dari 600 ribu penonton sejak penayangan perdana pada 20 Agustus 2025 di bioskop Indonesia. Berdurasi 2 jam 22 menit, film ini tidak hanya menyuguhkan aksi penangkapan kelompok kriminal, melainkan juga terdapat penambahan konflik keluarga serta sedikit bumbu komedi.
Film ini diawali dengan adegan pengejaran tim kriminal pencuri kripto yang beranggotakan anak-anak asuhnya Shadow, dengan diperankan oleh Tony Leung Ka-Fai. Dalam alur cerita, ia merupakan seorang buronan veteran dengan kecerdikannya yang membuatnya tidak pernah tertangkap kamera dalam aksinya. Shadow juga dikenal memiliki kepribadian yang teliti, fokus, lincah, dan adaptif.
Dalam aksinya sebagai kriminal yang cerdik, Shadow dibantu oleh salah satu anak asuhnya, yaitu Xi Meng yang diperankan oleh Ci Sha, sebagai peretas profesional yang memanipulasi serta membobol komunikasi pihak kepolisian Makau, mulai dari kamera pengawas hingga artificial intelligence (AI). Kecerdikannya tampak pada adegan (scene) ketika mereka melakukan aksi kriminal, ketika ia akan menghentikan salah satu kamera pengawas, sehingga para rekan kriminalnya dapat melakukan penyamaran untuk melanjutkan aksinya.
Melihat hal itu, pihak kepolisian Makau memutuskan untuk membawa kembali mantan anggota kepolisian, yaitu Wong Tak-Chung yang diperankan oleh Jackie Chan. Wong Tak-Chung sudah lama pensiun dari kepolisian karena trauma atas tewasnya rekan polisi terdekatnya dalam misi di masa lalu. Ia dikenal sebagai sosok pengamat yang mahir karena ketajaman matanya dan kemampuan bela diri. Selain itu, kecerdikan otaknya yang tidak bisa diragukan menjadikannya sosok polisi yang andal.
Kecerdikan Wong Tak-Chung dalam aksi heroiknya mengejar Shadow dan anak buahnya tampak pada suatu scene, ketika ia mampu menganalisis setiap gerakan para kriminal yang tertangkap di kamera pengawas dengan melingkari hal-hal yang mencurigakan. Pada saat itu, teknologi yang dimiliki kepolisian tidak mampu mengidentifikasi kasus serupa. Walaupun kamera pengawas tersebut telah dimanipulasi oleh Xi Meng, Wong Tak-Chung seolah sudah andal dan mengetahui trik manipulasi para kriminal tersebut.
Ia juga sempat diremehkan, mengingat usianya yang sudah tua dan dianggap tidak dapat beradaptasi dengan teknologi. Walaupun begitu, Wong Tak-Chung akhirnya berhasil menangkap para sosok kriminal yang kerap melakukan penyamaran dengan penampilan berbeda. Dalam rencana penangkapannya, ia juga berusaha meminta kepolisian membentuk tim investigasi, dengan salah satunya beranggotakan Guoguo yang diperankan oleh Zhang Zifeng.
Di film ini, diperlihatkan bahwa teknologi yang canggih sekalipun masih terdapat kelemahan dan bisa diretas, seperti memanipulasi kamera pengawas yang memungkinkan tim kriminal Shadow tidak dapat tertangkap kamera pengawas. Oleh karena itu, tim Shadow dapat mengubah penampilan dengan cepat yang membuat kepolisian Makau kewalahan dalam usaha penangkapan terhadap mereka.
The Shadow’s Edge membuktikan, bahwa secanggih apapun teknologi, kemampuan manusia tetap tidak akan bisa tergantikan. Hal ini diperkuat melalui suatu scene, ketika Wong Tak-Chung melihat beberapa rekaman melalui closed-circuit television (CCTV) di sekitar kejadian, serta mendapatkan informasi dari kantor polisi. Akhirnya, ia dapat dengan mudah mengetahui ciri-ciri dari para pelaku kriminal dalam kasus yang ditanganinya, sehingga mempermudah para polisi untuk menemukan titik lemah dan menangkap Shadow dan timnya.
(Redaktur Tulisan: Michael Sitorus)

