Hits: 6
Grace Estephania
Pijar, Medan. Di sebuah kawasan pada jalan Sei Besitang No.24/31, terdapat sebuah kafe sederhana yang perlahan menjadi tempat pulang bagi banyak orang. Tempat ini bukan sekadar tempat makan atau ngopi saja, kafe ini hadir untuk memberi ruang jeda di mana orang-orang bisa bernapas lebih pelan di sela padatnya aktivitas. Jalanan di sekitar yang cenderung sepi membuat suasananya terasa nyaman untuk duduk berlama-lama, baik untuk work from cafe, mengerjakan tugas dengan laptop, atau sekadar menikmati hari bersama orang terdekat.
Kafe ini dibangun dari sebuah tujuan hangat, yakni menghadirkan suasana seperti rumah sendiri. Pemilik ingin setiap pengunjung merasa nyaman, santai, dan betah menghabiskan waktu di tempat ini tanpa merasa terburu-buru. Karena itu, konsep ruangannya dibuat senyaman mungkin dengan nuansa hangat. Tidak hanya menyediakan area dalam dan luar ruangan, kafe ini juga memiliki area bar yang menjadi salah satu daya tarik tersendiri bagi pengunjung.
Menariknya, ukuran ruangan yang tidak terlalu besar justru menjadi nilai tambah dari kafe ini. Pemilik berharap suasana tersebut dapat membangun rasa keakraban antarpelanggan. Percakapan kecil, tawa ringan, hingga obrolan sederhana di setiap sudut diharapkan menjadi bagian dari pengalaman yang terasa dekat bagi siapapun yang berkunjung.

(Sumber Foto: Instagram @mesacoffeespace)
Di balik suasana hangat tersebut, ternyata kafe ini lahir dari suatu keisengan dua orang teman, Prada dan Agung. Dari obrolan santai yang awalnya tanpa rencana besar, keduanya justru membangun sebuah ruang yang kini perlahan berkembang dengan identitasnya sendiri. Saat ini, kafe tersebut masih dalam tahap pembangunan dan pengembangan konsep.
Nantinya, tempat ini akan mengusung tema “Tropical” yang ramah anak, dengan sentuhan nusantara dalam pengemasan menu-menunya. Tidak hanya fokus pada tampilan makanan yang menarik, ke depannya kafe ini juga ingin menghadirkan menu-menu nusantara yang mampu membuat lidah terasa “rindu rumah”. Setiap hidangan dirancang agar tetap memiliki cita rasa khas Indonesia yang akrab dan menghangatkan.
“Saya sendiri merasa miris dengan generasi sekarang yang banyak tidak tahu makanan tradisional, terutama yang berasal dari Sumatera Utara sendiri. Ke depannya, melalui kafe ini, saya berharap bisa mempromosikan banyak menu kuliner dari sekitar Sumatera Utara, baik dikemas dalam bentuk fusion maupun orisinal,” ungkap Agung selaku salah satu pemilik.
Keseriusan mereka terlihat dari setiap hidangan yang disajikan. Salah satu menu andalan yang paling mencuri perhatian adalah Beef Sambal Matah. Menu ini bukan hadir begitu saja di dapur kafe. Sang pemilik bahkan melakukan riset selama berbulan-bulan demi menemukan rasa yang tepat. Proses belajar dilakukan secara langsung agar setiap unsur rasa dapat benar-benar matang sebelum akhirnya disajikan kepada pelanggan.
Tidak hanya mengutamakan rasa, kafe ini juga menjaga kualitas bahan makanan yang digunakan. Setiap menu dipastikan melewati pengendalian mutu sebelum dihidangkan kepada pelanggan. Menariknya, seluruh bumbu pada menu diracik langsung oleh pemilik, dan dibuat setiap hari untuk menjaga kesegaran rasa. Penggunaan bahan yang lebih sehat juga menjadi salah satu perhatian utama mereka.

(Fotografer: Putri Romawani)
Bahkan, Agung juga menjelaskan bahwa jika ada pesanan khusus di luar daftar menu, rasa makanan tetap menjadi prioritas utama.
“Pesanan by request yang tidak terlampir di menu biasanya akan saya masak sendiri, jadi cita rasa dan bumbunya tidak akan salah di lidah pelanggan,” ujarnya.
Pengalaman serupa juga pernah dirasakan pelanggan mereka. Salah satu pesanan khusus datang dari sekelompok ibu-ibu yang mengadakan arisan. Saat itu, pihak kafe membuatkan Gulai Asam sesuai permintaan pelanggan.
“Mereka bilang rasanya mirip seperti masakan salah satu ibu-ibu di sana,” cerita sang pemilik.
Bagi mereka, respons sederhana seperti itu justru menjadi tanda bahwa rasa “rumah” yang ingin dihadirkan berhasil sampai kepada pelanggan.
Sementara itu, untuk minuman, Mesa Coffee & Chill memilih menggunakan biji kopi lokal seperti kopi Gayo dan wilayah sekitar Sumatera Utara. Langkah ini menjadi bagian dari tujuan besar mereka, yakni memperkenalkan cita rasa khas Sumatera Utara kepada lebih banyak orang.
Mulai bulan Mei 2026, Mesa Coffee & Chill juga menghadirkan promo free drink berupa teh manis panas atau dingin untuk setiap pembelian makanan berat tanpa minimum pembelian. Promo ini dihadirkan sebagai bentuk perhatian pemilik kafe terhadap kenaikan harga menu yang tidak dapat dihindari. Melalui tambahan sederhana tersebut, pihak kafe berharap pelanggan tetap dapat menikmati hidangan dengan harga yang terasa ramah dan terjangkau, tanpa mengurangi kenyamanan maupun kualitas yang diberikan.
(Redaktur Tulisan: Yudika Phareta Simorangkir)

