Hits: 20

Najla Khairani

Pijar, Medan. Pemilihan Raya (Pemira) Universitas Sumatera Utara (USU) tahun 2026 menghadirkan inovasi baru dengan mengusung sistem pemilihan berbasis digital. Ketua Pelaksana Pemira USU 2026, Rafif Cendana, menyampaikan bahwa saat ini tahapan Pemira USU telah sampai pada sidang verifikasi, yang menentukan peserta resmi dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM).

Ia menjelaskan bahwa rangkaian Pemira USU 2026 telah dimulai sejak tahap sosialisasi, dilanjutkan dengan pendaftaran dan verifikasi calon, sidang verifikasi, pencabutan nomor urut, hingga technical meeting. Selanjutnya, proses akan memasuki masa kampanye, debat kandidat, masa tenang, hari pemungutan suara, masa pengaduan, hingga pleno penetapan hasil akhir.

Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, Pemira USU 2026 tidak lagi menggunakan kertas suara. Sistem pemilihan kini dilakukan secara digital dengan memanfaatkan komputer, di mana mahasiswa wajib login menggunakan akun Satu USU masing-masing yang telah disediakan oleh fakultas. Sistem ini dikelola langsung oleh pihak kampus melalui Pusat Sistem Informasi (PSI) tanpa melibatkan pihak ketiga, sehingga keamanan data lebih terjamin. Selain itu, penggunaan akun pribadi juga dinilai mampu meminimalisir potensi pemungutan suara ganda.

“Dengan sistem ini, proses pemungutan dan perhitungan suara bisa berlangsung lebih cepat, mengurangi penggunaan kertas, serta meminimalisir human error. Aksesnya juga lebih mudah bagi mahasiswa,” jelas Rafif.

Meski demikian, ia menekankan bahwa efektivitas sistem digital ini tetap bergantung pada tingkat partisipasi mahasiswa dalam menggunakan hak pilihnya. Untuk memastikan kesiapan teknis, panitia juga akan melakukan uji coba sistem bersama pihak PSI sebelum hari pelaksanaan. Hal ini dilakukan guna mengantisipasi kendala yang mungkin terjadi selama proses pemungutan suara berlangsung.

Meski demikian, penerapan sistem digital ini juga tidak lepas dari tantangan. Rafif mengungkapkan bahwa masih terdapat mahasiswa yang belum familiar dengan mekanisme pemilihan berbasis digital atau belum mendapatkan informasi yang cukup terkait proses tersebut.

“Oleh karena itu, panitia pelaksana telah mengadakan sosialisasi di awal pelaksanaan kegiatan ini agar seluruh mahasiswa dapat memahami alur pemilihan dengan baik,” lanjutnya.

Ke depan, panitia berharap sistem digital ini dapat menjadi standar baru dalam pelaksanaan Pemira USU. Selain dinilai lebih modern dan transparan, sistem ini juga diharapkan mampu meningkatkan efisiensi dalam proses pemilihan. Meski demikian, evaluasi tetap diperlukan, khususnya dari segi teknis dan peningkatan partisipasi mahasiswa, agar pelaksanaan Pemira di masa mendatang dapat berjalan lebih optimal.

(Redaktur Tulisan: Yudika Phareta Simorangkir)

Leave a comment