Euforia kampanye yang mewarnai rangkaian pemilihan Raya (Pemira) Universitas Sumatera Utara (USU) pada tahun ini, tidak sepenuhnya berbanding lurus dengan tingkat partisipasi mahasiswa pada hari pemungutan suara. Meski berbagai bentuk kampanye terlihat ramai, mulai dari penyebaran di media sosial hingga kegiatan sosialisasi kandidat, jumlah mahasiswa yang menggunakan hak pilih justru menunjukkan kecenderungan yang belum maksimal.
Pemilihan Raya (Pemira) Universitas Sumatera Utara (USU) tahun 2026 menghadirkan inovasi baru dengan mengusung sistem pemilihan berbasis digital. Ketua Pelaksana Pemira USU 2026, Rafif Cendana, menyampaikan bahwa saat ini tahapan Pemira USU telah sampai pada sidang verifikasi, yang menentukan peserta resmi dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM).
