Hits: 14

Lely Eunike Annetta Siregar

Pijar, Medan. Air bendungan mengalir tenang, angin menggugurkan dedaunan, dan hewan mamalia hidup bebas di habitatnya. Namun, ditengah ketenangan itu, seekor biwara (beaver) justru menjadi pengingat atas ketidak pedulian manusia terhadap alam. Kisah ini berasal dari film Hoppers. Kisah ini bukan hanya sekadar suatu petualangan, melainkan refleksi tentang hubungan manusia dan alam.

Jika memiliki waktu luang, Hoppers menjadi pilihan yang tepat untuk ditonton bersama keluarga, terutama anak-anak. Film ini memiliki genre petualangan, animasi, dan komedi yang ringan, tetapi tetap memiliki makna. Film yang diproduksi oleh Disney Pixar yang dirilis pada 4 Maret 2026 ini disutradarai oleh Daniel Chong, yang juga dikenal sebagai kreator We Bare Bears.

Tokoh utama dalam film ini adalah Mabel, seorang gadis dengan temperamen tinggi, tetapi memiliki kecintaan terhadap hewan dan alam. Sejak kecil, ia sering dijauhi orang-orang di sekitarnya karena sifatnya yang agresif. Kesibukan sang ibu membuat Mabel harus tinggal bersama neneknya. Keputusan tersebut sempat membuatnya merasa sedih, tetapi kehadiran sang nenek perlahan mengubah hidupnya. Melalui pendekatan lembut, sang nenek memperkenalkan ketenangan alam kepada Mabel hingga ia menemukan kenyamanannya.

Perjalanan Mabel berubah saat ia memasuki dunia perkuliahan. Mabel berusaha menyelamatkan bendungan yang ia kunjungi bersama neneknya dari rencana pembangunan jalan tol. Dalam usahanya, Mabel menemukan penelitian eksperimental di universitasnya yang dapat memindahkan kesadaran manusia ke dalam tubuh hewan.

Rasa penasaran dan kecintaannya terhadap alam mendorong Mabel untuk mencoba eksperimen tersebut. Keputusan itu membawanya pada pengalaman yang tak terduga. Ia masuk ke dalam tubuh seekor beaver dan berusaha membawa satu saja beaver kembali ke bendungan tersebut. Pengalaman itu membuat Mabel benar-benar menyatu dengan alam.

Pemilihan beaver sebagai medium tubuh Mabel bukanlah kebetulan. Hewan ini dikenal sebagai penjaga ekosistem air yang berperan penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan. Dalam kajian semiotika, beaver dimaknai sebagai ketekunan, kecerdikan, dan keselarasan alam. Hal ini terlihat dari kemampuannya saat membangun bendungan, serta raja beaver berusaha menjaga keseimbangan antara hewan dan serangan dengan manusia.

Selain itu, terdapat hal menarik lain dalam film ini, yaitu kupu-kupu yang justru menjadi antagonis. Umumnya dalam kajian semiotika, kupu-kupu melambangkan keindahan, kebebasan, dan transformasi.

Namun, di dalam cerita Hoppers, makna tersebut dibalik. Kupu-kupu digambarkan sebagai ancaman, yang menunjukan bahwa sesuatu yang tampak indah belum tentu membawa kebaikan. Kebebasan dapat dimaknai sebagai tindakan tanpa batas, sementara transformasi yang biasanya dianggap positif dapat mengarah pada proses kehancuran seperti yang tergambar pada sosok Titus, anak dari ratu pihak serangga.

Melalui visual khas Disney Pixar yang hangat dan emosional, Hoppers tidak hanya menyajikan hiburan, tetapi menyampaikan pesan yang kuat. Perjalanan Mabel menjadi cermin bahwa manusia harus mulai menyadari pentingnya menjaga lingkungan dan berani melawan kebijakan yang merugikan alam.

Pada akhirnya, Hoppers dapat mengajak penonton untuk merefleksikan diri. Mungkin untuk memahami alam, manusia tidak harus menjadi beaver atau makhluk lain. Terkadang, manusia hanya perlu belajar untuk peduli dan mencintai alam sekitar, seperti Mabel.

(Redaktur Tulisan: Dwi Garini Oktavianti)

Leave a comment