Hits: 7
Indra Rana Zafira Silaban
Pijar, Medan. Bagaimana rasanya jika telinga ditarik dengan sangat kuat menggunakan tali? Tentunya rasa sakit tidak dapat terelakkan. Namun, siapa sangka bahwa ternyata aktivitas menarik telinga atau yang dikenal dengan olahraga Tarik Telinga menggunakan tali ini adalah jenis olahraga dengan keunikannya tersendiri?
Keunikan dari olahraga Tarik Telinga adalah dengan menguji ketahanan dan kekuatan terhadap rasa sakit. Olahraga yang berasal dari Inuit di wilayah Arktik ini awalnya diciptakan sebagai latihan dalam keterampilan bertahan hidup suku Inuit, dengan berburu untuk mendapatkan asupan makanan.
Dilansir dari vault.si.com, Tarik Telinga diciptakan dan dikembangkan dengan tujuan untuk memperkuat telinga para pemburu di tengah dinginnya wilayah Arktik. Hal ini dilakukan karena menurut mereka [Inuit], dengan melatih ketahanan dan kekuatan telinga, maka pemburu dapat bertahan lebih lama dan berburu lebih jauh, sehingga suku mereka akan mendapatkan asupan makanan yang lebih baik.
Meski begitu, kini Tarik Telinga bukan hanya dikenal sebagai tradisi dan budaya dari Inuit saja, melainkan sudah berkembang menjadi salah satu jenis olahraga yang unik dan menarik perhatian. Hal ini dibuktikan dengan kehadirannya pertama kali sebagai sebuah pertandingan dalam World Eskimo-Indian Olympics (WEIO) di Fairbanks, Alaska pada tahun 1961 yang hingga kini dipertandingkan setiap tahunnya.
Olahraga ini tergolong unik karena cara bermainnya yang tidak biasa. Jika olahraga pada umumnya dilakukan untuk menyehatkan badan agar terhindar dari penyakit, olahraga Tarik Telinga justru menjadi olahraga dengan menguji rasa sakit. Dalam hal ini, telinga bukan ditarik dengan tangan, melainkan dengan tali yang diikat pada telinga.
Cara bermain olahraga ini juga termasuk sederhana. Dilansir dari britannica.com, olahraga ini dimainkan secara berpasangan oleh dua orang. Pemain akan saling berhadapan dengan posisi kaki yang saling terhubung. Kemudian, masing-masing telinga peserta akan diikatkan dengan seutas tali sepanjang 60 sentimeter.
Tali tersebut diikat ke telinga pemain secara berlawanan, sehingga jika tali pada pemain pertama diikatkan di telinga kanan, maka pada pemain lawan akan diikatkan di telinga kiri. Begitu pula sebaliknya. Permainan dilakukan dengan saling menarik menggunakan tali secara kuat, hingga tali terlepas dari telinga dan pemain lawan menyerah terhadap rasa sakit yang ditimbulkan.
Dalam hal ini, permainan tidak boleh dilakukan menggunakan bantuan tangan atau kontak fisik lainnya untuk menarik telinga. Pemain hanya boleh menggerakkan kepala untuk menarik tali sekuat-kuatnya pada telinga lawan. Dalam hal ini, kemampuan menahan rasa sakit pemain dipertahankan, dan kekuatan daya tahan telinga terbentuk.
Walaupun unik dan menarik, olahraga Tarik Telinga dapat menimbulkan tingginya risiko kerusakan pada telinga. Mulai dari nyeri, pendarahan, hingga robekan pada kulit telinga. Hal ini menjadikan olahraga Tarik Telinga memerlukan ketahanan rasa sakit yang kuat jika ingin mencobanya.
Meski sakit dan menantang, keunikan dari olahraga Tarik Telinga ini membuat Inuit dapat melatih dan mempersiapkan diri mereka dalam bertahan hidup di tengah dinginnya Arktik. Jadi, apakah kamu tertarik ingin membuktikan ketahanan telingamu?
(Redaktur Tulisan: Kelly Kidman Salim)

