Hits: 4

Iris Publisher

Setiap orang yang melakukan pekerjaannya dengan bersungguh-sungguh pasti akan mendapatkan hasil yang baik. Kalimat ini memang benar adanya. Inilah yang diterapkan oleh M. Haris Nasution. Haris merupakan mahasiswa Departemen Ilmu Komunikasi Universitas Sumatera Utara (USU) stambuk 2012.  Sejak ia masih  duduk di bangku kelas 2 SMA, Haris mulai tertarik untuk menjadi MC dan mulai belajar menjadi MC secara otodidak. Selain itu, ia juga mulai  mempromosikan dirinya kepada orang -orang terdekat  untuk menggunakan  jasa MC-nya . Meskipun pada saat itu kemampuan MC nya belum begitu baik, namun dengan semangat juang dan kepercayaaan diri, ia berani tampil di depan khalayak. Karenanya, saat ia mulai mengawali karir MC-nya, Haris mengaku meski hanya dibayar dengan nasi kotak saja sudah membuatnya senang. Ia meyakini untuk mencapai puncak kesuksesan ada proses yang harus ia tempuh. Hingga pada akhirnya saat duduk di bangku kuliah ia terpilih menjadi salah satu penyiar radio kampus. Dari sini lah perjuangan Haris mulai menemukan titik terang.

Demi untuk meningkatkan kemampuannya, pada tahun 2014 ia memberanikan diri mengikuti lomba presenter yang diadakan oleh salah satu radio di Kota Medan. Keluar sebagai juara ketiga membuatnya  di rekrut menjadi salah satu penyiar di radio tersebut. Namun ia tak bertahan lama di tempat kerjanya, dikarenakan kesibukannya di bangku perkuliahan yang tak bisa ia tinggalkan. Meski ia mengakui bahwa ia mencintai pekerjaannya sebagai penyiar, Haris tetap menomor satukan kuliahnya. Baginya, kuliah tetaplah menjadi fokus utamanya.

Selang beberapa bulan saat kesibukan dunia kampus sudah mulai berkurang, ia mencoba tes di radio swasta dan terpilih menjadi penyiar di radio tersebut. Semenjak itulah ia mulai mendapatkan gaji setiap bulannya. Karir MC Haris pun mulai berkembang, berawal dari mempromosikan diri di kalangan teman atau menjadi MC untuk kegiatan-kegiatan kampusnya, membuat namanya mulai terkenal di Kota Medan. Hingga ia pun sering di undang menjadi MC di acara besar, yang tentunya mendapatkan honor yang besar pula. Dari beberapa pengalamannya menjadi MC di beberapa acara inilah, ia mulai dilirik oleh beberapa orang yang merasa tertarik dengannya saat menjadi MC. Hal inilah yang kemudian membuat ia mendapatkan kesempatan untuk di kontrak menjadi MC saat weekend  di salah satu foodcourt kota Medan. Selain itu, ia juga sempat ditawari untuk masuk ke dalam perusahaan yang khusus merekrut para MC kondang di Medan. Namun karena ia masih belum ingin terikat kontrak dengan perusahaan dan juga karena ia tidak ingin pekerjaannya mengganggu kuliahnya, ia menolak tawaran tersebut. Karena kedua pekerjaan yang dimilikinya ini, membuat ia kini tak bergantung lagi kepada orang tua dan justru sudah memberikan uang kepada kedua orang tuanya. Setiap bulannya ia akan mendapatkan uang menjadi penyiar dan MC sekaligus beasiswa dari kampusnya.

Leave a comment