Hits: 247
Rafa Wardhana / Hanina Afifah
Pijar, Medan. Universitas Sumatera Utara (USU) menyediakan layanan internet gratis Education Roaming (Eduroam) sebagai penunjang keberlangsungan akademik. Layanan ini juga memungkinkan pengguna terhubung ke jaringan di berbagai universitas lain, baik di Indonesia maupun luar negeri, selama kampus tersebut menggunakan layanan Eduroam.
Namun, hingga kini sejumlah mahasiswa masih mengalami kendala saat menggunakannya. Mulai dari koneksi yang lambat hingga perangkat yang tidak dapat tersambung. Masalah ini dialami, terutama oleh mahasiswa stambuk 2022 ke atas yang belum bisa terhubung secara langsung ke jaringan Eduroam.
Berdasarkan komentar yang terdapat di laman Instagram @psi.usu, mahasiswa USU masih mengeluhkan kesulitan dalam mengakses jaringan Eduroam. Salah satunya berasal dari akun @rebeccatobing, melalui kolom komentar Instagram resmi Pusat Sistem Informasi (PSI) USU.
“Udh semester akhir pun tetapnya gk bisa juga,” tulis @rebeccatobing.
Menanggapi hal tersebut, Eko Prasetyo, selaku Koordinator Infrastruktur Jaringan PSI USU, menjelaskan bahwa kendala yang dialami mahasiswa stambuk 2022 dan sebelumnya berkaitan dengan proses sinkronisasi data. Stambuk 2022 menjadi angkatan terakhir yang masih menggunakan Portal USU untuk pendataan akademik. Meskipun seluruh mahasiswa kini telah beralih ke Sistem Informasi Terpadu (SATU) USU, data awal mereka tidak otomatis tersinkron dengan sistem Eduroam yang terhubung di masing-masing akun SATU USU.
“Untuk stambuk 2023 dan seterusnya, sejak awal [pendataannya] sudah menggunakan SATU USU, sehingga integrasinya lebih mudah. Sementara stambuk 2022, 2021, 2020 dan seterusnya ke belakang itu terhubung ke Portal USU, jadi alur terkoneksinya lebih panjang [manual] dan ada kemungkinan error. Walaupun sulit, tetap bisa [dibantu oleh PSI],” ujar Eko.
Selain itu, Galileo Gulampati Marapratama Purba, selaku Administrator Jaringan PSI USU, mengungkapkan bahwa ada beberapa faktor yang dapat membuat mahasiswa gagal tersambung ke Eduroam. Di antaranya karena spesifikasi perangkat yang kurang mendukung, pengaturan jaringan pada ponsel, serta kata sandi SATU USU yang pernah diganti sebelumnya.
Jika pernah mengganti kata sandi, mahasiswa perlu melapor kepada PSI agar dapat kembali menggunakan layanan Eduroam. Sementara itu, kendala koneksi yang lambat terjadi karena posisi pengguna terlalu jauh dari titik akses (access point) yang ditempatkan di berbagai titik fakultas.
Dalam mengatasi berbagai kendala, mahasiswa dapat mengajukan aduan melalui tiga jalur pelaporan yang disediakan oleh PSI USU, yaitu:
- Telegram Resmi PSI @psiusu_usuneta
- WhatsApp Helpdesk PSI (0851-7515-6983)
- Mendatangi langsung ke Gedung PSI yang berlokasi di Fakultas Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi (Fasilkom-TI) USU
Adapun beberapa hal yang perlu dipersiapkan saat mengajukan aduan, antara lain menyertakan nama, NIM, perangkat yang digunakan, serta menjelaskan kendala yang dialami. Setiap laporan yang masuk akan ditindaklanjuti, dengan waktu penanganan yang menyesuaikan tingkat permasalahan.

(Sumber Foto: Instagram @psi.usu)
Merespons berbagai kendala yang dialami mahasiswa, PSI USU terus berupaya meningkatkan kualitas dan pelayanan Eduroam agar bebas hambatan.
“Target kami, zero blindspot 100% tidak ada lagi. Baru yang kedua [terus menggencarkan] publikasi, dan yang ketiga [meningkatkan] keamanan jaringan,” tutur Eko.
Untuk informasi lebih lanjut terkait panduan akses Eduroam, dapat kunjungi situs web psi.usu.ac.id atau Instagram resmi @psi.usu.
(Redaktur Tulisan: Michael Sitorus)

