Hits: 43

Rebecca Lestari / Margaretha Silaen

Pijar, Medan. Sejak dua tahun merayakan natal secara online, kini keluarga besar Antropologi Sosial Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) akhirnya dapat merayakan Natal dengan tatap muka. Perayaan diselenggarakan di GBKP Runggun Sei Batang Serangan, Jalan. Sei Batang Serangan No. 97, Medan Baru, Sumatera Utara tepatnya pada Jumat (16/12).

Acara Natal yang dilangsungkan pada pukul 16.30 WIB ini mengangkat tema “Ephiphany” yang diambil dari Yohanes 14:6a “Akulah jalan, kebenaran, dan hidup” dengan sub tema, yaitu “Kedatangan Yesus mengubah hidup kita sebagai mahasiswa agar menjadi pribadi baru dalam Tuhan yang bersinar bagi kemuliaan Tuhan.”

Dengan mengusung tema “Ephiphany”, Chandra Tano Wijaya selaku Ketua Panitia Natal Antropologi Sosial 2022 menyatakan ada alasan dibalik diangkatnya tema tersebut menjadi tema Natal di tahun ini.

 “Tema Natal kali ini yaitu Ephiphany. Ephiphany yang berarti pencerahan atau sesuatu yang mencerahkan. Ibaratnya setelah dua tahun kita berada di masa-masa gelap saat pandemi, sekarang kita bisa keluar dari masa gelap itu menuju pada perayaan Natal yang cerah ini karena bisa berkumpul kembali bersama-sama,” jelas Chandra.

Chandra mengaku bangga dan terharu karena akhirnya mampu melaksanakan Natal secara offline di tahun ini setelah dua tahun silam melewati Natal secara online pada masa pandemi Covid-19. Ia juga sangat bersyukur sebab Natal di tahun 2022 ini berjalan dengan lancar berkat kemuliaan Tuhan.

Berbagai persiapan dilakukan demi kesuksesan acara Natal ini. Diawali dari pembentukan panitia, penentuan tema dan konsep, pemilihan pembicara, dan rangkaian acara lainnya. Ia juga menambahkan adanya nilai istimewa dari Natal Antropologi Sosial di tahun 2022 ini.

“Nilai istimewa dari Natal ini adalah tahun ini bisa melakukan Natal secara offline. Jadi, lebih banyak orang-orang yang datang untuk merayakan Natal bersama, terutama dari ketersediaan alumni, prodi, dan teman-teman antropologi yang lain. Inilah yang jadi momentum berharga untuk kembali berkumpul bersama,” ujar Chandra.

Dengan terselenggaranya acara Natal Antropologi Sosial tahun 2022 ini, Chandra berharap seluruh tamu undangan yang hadir ikut merasakan sukacita Natal.

Kemeriahan dan sukacita Natal Antropologi Sosial tahun ini juga turut dirasakan oleh mahasiswa dari program studi lain yang antusias menghadiri perayaan tersebut.

Salah satunya, Tabitha Riyani Simbolon, seorang mahasiswa Ilmu Komunikasi yang beranggapan bahwa Natal Antropologi kali ini sangat meriah dan penuh sukacita.

“Kalau menurut aku, Natal Antropologi ini cukup berkesan dan sangat meriah. Apalagi aku yang dari prodi lain turut diundang, rasanya sangat senang. Aku pribadi merasakan sukacita dari Natal Antropologi tahun ini,” tutur Tabitha.

(Redaktur Tulisan: Naomi Adisty)

Leave a comment