Hits: 37
Anggun Natasya Sinambela / Marshella Febriyanti Hutabarat
Pijar, Medan. Film horor tanah air kini kembali menghadirkan cerita baru dan berbeda dari biasanya. Film dengan judul Gereja Setan yang telah ditonton lebih dari 100.000 ribu orang ini, disutradarai oleh Daniel Tito Pakpahan yang juga berperan sebagai produser bersama dengan Nico Rosto. Film ini tayang perdana pada kamis (11/9/2025).
Film Gereja Setan bukan sepenuhnya film fiksi. Hampir 80-90% isi ceritanya terinspirasi dari kisah nyata seorang komedian bernama Mongol Stres yang pernah bersinggungan dengan dunia sekte sesat. Mongol juga ikut serta dalam memerankan karakter dalam film ini, bukan karena bayarannya. Namun, ia ingin menyampaikan pesan untuk masyarakat agar lebih berhati-hati dengan ajaran yang menyimpang.
Film ini bercerita tentang Ribka, diperankan oleh Kathleen Carolyne, sebagai seorang wanita yang tengah hamil di luar nikah. Ia merasa malu dan tidak sanggup menanggung aibnya tersebut, sehingga keluarganya mengirim Ribka pergi ke luar kota. Sesampainya di luar kota, Ribka bertemu dengan Gladys, diperankan oleh Maddy Slinger, sosok yang tampak penuh perhatian. Namun, di balik kebaikannya, Gladys justru membawa Ribka terjerumus ke dalam sebuah sekte sesat.
Sekte sesat itu dipimpin oleh Hendrik, diperankan oleh Mongol Stres sendiri. Hendrik kemudian mengenalkan Ribka ke dalam dunia kelam mereka. Ribka hampir saja dijadikan “pengantin iblis”, tetapi melalui pengalaman rohani yang kuat, ia akhirnya menyadari bahwa hanya kasih Tuhan yang mampu membebaskannya dari kegelapan tersebut. Dari sinilah mulai terasa alur horor yang semakin nyata. Bukan hanya tentang kekuatan gelap, tetapi juga tentang ketakutan ketika kehilangan iman.
Judul Gereja Setan memang menuai kontroversi. Namun, tujuan pembuatan film ini bukan untuk mengagungkan kekuatan kegelapan, melainkan untuk mengungkap betapa berbahayanya sekte yang menyamar sebagai agama. Di balik adegan-adegan menegangkan dan suasana yang mencekam, film ini menyisipkan pesan moral bahwa iman adalah benteng paling kuat yang mampu mengalahkan segala tipu muslihat kegelapan.
Film ini merupakan bentuk kesaksian seorang Mongol. Ia berharap, jika ada seseorang yang tergerak dan terselamatkan setelah menonton, maka cerita horor yang menegangkan ini tidak akan menjadi sia-sia. Dengan begitu, Gereja Setan tidak hanya mampu menggoyahkan keyakinan penonton, tetapi juga mengajak mereka untuk merenungkan arti sejati dari pertobatan, harapan, dan keberanian dalam melawan kegelapan.
Dikutip dari detik.com, Mongol berharap bahwa dengan hadirnya film ini bisa membuka mata penonton bahwa kegelapan itu nyata, tetapi iman yang akan selalu menjadi jalan keluar. Dengan artian lain, Gereja Setan ini bukan hanya sekadar tentang rasa ketakutan, tetapi juga tentang sebuah harapan untuk bangkit.
Nah, setelah mengetahui latar belakang dan alur ceritanya, sudahkah kalian siap menyelami kisah penuh ketegangan dan mencekam ini? Pastikan kalian tidak ketinggalan film yang bakal buat terpaku sekaligus merenung ini, ya!
(Redaktur Tulisan: Michael Sitorus)

