Hits: 39

Diva Meilisa

Pijar, Medan. Aliansi Jurnalis Independen (AJI) menggelar beberapa pelatihan jurnalistik di berbagai daerah Indonesia. Pelatihan ini dirancang untuk merespons isu-isu aktual yang sedang menjadi perhatian publik, seperti kesehatan masyarakat, literasi media dan informasi, advokasi, kecerdasan buatan, hingga jurnalisme data. Melalui program ini, AJI berupaya meningkatkan kapasitas jurnalis agar mampu menghasilkan karya jurnalistik yang tidak hanya akurat dan mendalam, tetapi juga relevan dengan tantangan zaman.

Salah satu agenda baru akan digelar pada Rabu, 4 Juni 2025. Berlokasi di Hotel Four Points by Sheraton, Medan, pelatihan ini bertajuk “Science Journalism Training to Mitigate Antimicrobial Resistancedan merupakan pelatihan dari AJI Medan yang berkolaborasi dengan World Organisation for Animal Health (WOAH). Fokus utama pelatihan ini adalah isu resistansi antimikroba, yang akan dikupas dari sudut pandang jurnalistik berbasis sains.

Ketua AJI Medan, Tonggo Simangunsong, menjelaskan bahwa pelatihan ini diharapkan dapat memperkuat peran jurnalis dalam menyampaikan informasi yang faktual dan berdampak.

“Kami ingin meningkatkan kapasitas jurnalis agar mampu menghasilkan produk jurnalistik yang berkualitas dan memiliki nilai edukatif bagi masyarakat,” ujarnya.

Pelatihan ini terbuka untuk umum. Namun, jurnalis tetap menjadi prioritas. Hingga saat ini, sekitar 40 orang telah mendaftar sebagai peserta, termasuk dari kalangan lembaga pers mahasiswa. Tonggo mengatakan bahwa antusias yang diperoleh dari peserta cukup tinggi.

“Respons yang kami terima sejauh ini sangat positif. Peserta menilai pelatihan AJI selalu relevan, karena menghadirkan narasumber yang kompeten dan membahas isu-isu nyata yang sedang berkembang,” tambahnya.

AJI berkomitmen untuk terus memperluas cakupan pelatihan ke depannya seiring dengan isu yang berkembang saat ini. Baik dari sisi tema, maupun wilayah pelaksanaan. Fokus utamanya adalah membekali jurnalis dengan keterampilan yang tidak bisa digantikan oleh teknologi, termasuk kecerdasan buatan.

Dalam jangka panjang, AJI berharap akan lahir lebih banyak jurnalis yang tidak sekadar mengejar sensasi, tetapi mampu menghasilkan karya jurnalistik yang lebih berkualitas, solutif, etis, dan berperan besar sebagai kontrol sosial melalui pelatihan ini.

(Redaktur Tulisan: Kelly Kidman Salim)

Leave a comment