Peringatan Hari Jurnalis Internasional pada 19 November kembali menjadi momentum untuk melihat bahwa kerja jurnalistik hari ini masih jauh dari kata aman.
Aliansi Jurnalis Independen (AJI) menggelar beberapa pelatihan jurnalistik di berbagai daerah Indonesia. Pelatihan ini dirancang untuk merespons isu-isu aktual yang sedang menjadi perhatian publik, seperti kesehatan masyarakat, literasi media dan informasi, advokasi, kecerdasan buatan, hingga jurnalisme data.
Tiga bulan pertama tahun 2025, Aliansi Jurnalis Independen (AJI) mencatat terdapat 23 kasus teror dan serangan terhadap jurnalis. Melansir dari Tempo.co, AJI menemukan 18 kasus beragam sepanjang aksi penolakan Rancangan Undang-Undang Tentara Nasional Indonesia (RUU TNI), meliputi penganiayaan, perampasan alat kerja, dan doksing terhadap jurnalis. Situasi ini menjadi sebuah “alarm” bahaya bagi keberadaan dan kebebasan pers di Indonesia.
Selain beredarnya berita bohong atau hoax, kejahatan cyber juga mulai menjangkit seiring bertambahnya kemajuan teknologi.
