Hits: 44

Komunikasi organisasi adalah proses pertukaran informasi, ide, dan pesan yang terjadi di dalam sebuah organisasi, baik secara formal maupun informal, untuk mencapai tujuan bersama. Komunikasi ini melibatkan berbagai pihak, termasuk individu, tim, atau departemen dalam organisasi. Melalui komunikasi yang efektif, sebuah organisasi dapat menciptakan koordinasi, menyelesaikan konflik, dan menjaga keharmonisan antaranggota.

Dalam konteks PUI Mangrove, sebuah organisasi penelitian dan pengabdian masyarakat berbasis internasional yang bergerak di bidang konservasi hutan mangrove, komunikasi organisasi memiliki peran penting dalam mendukung keberhasilan organisasi ini di setiap kegiatan.

Sebagai organisasi yang dinaungi oleh Universitas Sumatera Utara (USU), PUI Mangrove tentu memiliki aspek komunikasi organisasi yang melibatkan elemen-elemen penting seperti budaya organisasi, kepemimpinan, dan komunikasi antarpribadi yang efektif. Aspek inilah yang menjadi kunci dalam membangun hubungan erat dan produktif.

Setiap organisasi pasti memiliki budaya, sama seperti PUI Mangrove. Contohnya dalam cakupan nilai kekeluargaan yang dijunjung tinggi, memiliki logo dan Pakaian Dinas Harian (PDH) sebagai simbol dari PUI ini sendiri, kemudian Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia yang digunakan dalam berkomunikasi sehari-hari.

Tak hanya itu, mereka juga memiliki budaya unik seperti berdiskusi lewat grup WhatsApp. Organisasi ini beranggotakan para dosen, yang memiliki tingkat kesibukan yang berbeda dan cukup sulit untuk melakukan diskusi secara langsung. Meskipun demikian, mereka tetap menerapkan tipe komunikasi terbuka guna memberikan ruang kepada seluruh anggota dalam berpendapat maupun menerima saran.

Menilik Komunikasi Organisasi Pusat Unggulan Iptek (PUI) Mangrove USU, Sudah Efektifkah? - www.mediapijar.com
Sekretariat PUI Mangrove yang berada di Lembaga penelitian Universitas Sumatera Utara.
(Sumber Foto: Dokumentasi Pribadi Putri Daniati Harahap)

Tradisi seperti makan bersama atau syukuran setelah sukses mengadakan suatu proyek diadakan dalam rangka mengapresiasi seluruh anggota. Hal ini berdampak baik dalam memperkuat rasa kekeluargaan dan mendukung komunikasi terbuka antara satu sama lain.

Sebagai organisasi sukarelawan, PUI Mangrove tidak memberikan imbalan uang, melainkan reputasi baik yang bernilai jangka panjang bagi anggotanya. PUI juga menyediakan pembiayaan penuh untuk partisipasi dalam pertemuan nasional maupun internasional. Selain itu, PUI juga membantu dalam proses publikasi jurnal-jurnal para anggotanya, yang menjadikan hal itu sebagai salah satu manfaat yang sangat menguntungkan bagi kedua pihak.

PUI Mangrove memiliki pola komunikasi yang unik. Meskipun memiliki struktur kepemimpinan yang terstruktur dan jabatan yang jelas, namun komunikasi yang dijalin bersifat santai dan terkesan informal. Anggota PUI menciptakan keakraban dengan saling terbuka dan berkomunikasi layaknya keluarga. Meskipun begitu, masing-masing anggota tetap memperhatikan situasi dan kondisi dimana setiap orang diwajibkan berkomunikasi secara formal, seperti saat rapat besar, rapat koordinasi, kegiatan pelaporan pertanggungjawaban dan sebagainya.

Uniknya lagi, anggota PUI Mangrove lebih sering mengadakan komunikasi berkelompok menggunakan platform WhatsApp ketimbang secara tatap muka. Hal ini lebih efisien dan lebih efektif menurut mereka jika hanya sebatas diskusi kecil terkait agenda harian, reminder kegiatan atau ketika ingin mengadakan sebuah kegiatan besar, maka seluruh anggota PUI akan hadir dan berkumpul untuk mengadakan rapat formal.

Dalam mengikat publik, PUI Mangrove menyediakan sarana pusat informasi berupa laman internet yang menyediakan berbagai publikasi ilmiah, laporan kegiatan, pustaka mangrove, dan penjelasan terkait program-program organisasi. PUI juga aktif menggunakan Instagram sebagai wadah untuk memberikan informasi pentingnya pelestarian mangrove, dokumentasi proyek dan penelitian, serta program pengabdian masyarakat.

Salah satu kunci keberhasilan sebuah organisasi adalah kepemimpinan, seperti yang terlihat dalam kepemimpinan Prof. Mohammad Basyuni di PUI Mangrove. Beliau dikenal sebagai sosok disiplin, efisien, dan sabar. Sikapnya yang selalu tepat waktu serta kemampuannya mengatur jadwal padat menjadi teladan bagi banyak orang. Ketenangannya dalam menghadapi situasi sulit mencerminkan kematangan emosional yang memengaruhi lingkungan kerja secara positif.

Kepemimpinan yang menekankan empati, kekeluargaan, dan kesetaraan seringkali sulit diterapkan. Banyak pemimpin lebih fokus pada hasil daripada hubungan emosional dengan tim. Organisasi seperti PUI Mangrove berhasil karena pemimpin memiliki visi yang jelas dan hubungan yang baik antara mereka yang memimpin dan anggota mereka. Pemimpin yang baik tidak selalu tahu semua, tetapi mereka mau mendengar dan belajar dari tim mereka. Untuk mencapai tujuan bersama, diperlukan kerja sama yang kuat dan saling mendukung.

Dengan pendekatan komunikasi organisasi yang unik dan inklusif, PUI Mangrove mampu mengelola beragam dinamika organisasi secara efisien, sembari tetap berpegang pada visi dan misi yang jelas. Hal ini menjadikan PUI Mangrove sebagai contoh inspiratif bahwa keberhasilan sebuah organisasi tidak hanya ditentukan oleh hasil dan materi, tetapi juga oleh kualitas hubungan dan kerjasama antar anggotanya.

Khairun Nisa Lubis / Sri Muliana / Lainatus Syifa Hasibuan / Kiki Nabila Tusu / Putri Daniati Harahap / Alfi Nur Fadhliyah Siregar

Leave a comment