Hits: 46

Ayu Nabila Putri

Pijar,Medan. Tular Nalar berkolaborasi dengan Program Studi (prodi) Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara (FISIP USU) sukses menyelenggarakan kegiatan Sekolah Kebangsaan dengan tajuk “Gen Z Bisa Memilih” yang berlokasi di Aula FISIP USU. Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Prodi Ilmu Komunikasi, sejumlah mahasiswa Ilmu Komunikasi dan Ilmu Administrasi Publik, Pers mahasiswa, beserta sepuluh fasilitator.

Tular Nalar sendiri telah berjalan sejak tahun 2020, dengan komitmen untuk mengedukasi masyarakat dalam mengantisipasi bahaya penyebaran hoaks. Kegiatan yang diselenggarakan kali ini merupakan pelaksanaan kedua di FISIP USU setelah terakhir kali diadakan pada awal tahun 2024. Adapun perbedaan dari acara sebelumnya, terlihat pada tema dan fokus isu yang diangkat. Jika sebelumnya berfokus pada persiapan bagi pemilih pemula dalam konteks memilih calon presiden, maka kegiatan kali ini lebih berfokus pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada)

Salah satu penjelasan materi yang paling ditonjolkan yaitu mengenai penginderaan hoaks melalui pemahaman Kacau Isi, Diri, Emosi (IDE). Kacau Isi berfokus pada isi dari informasi yang dipaparkan, Kacau Diri meliputi tokoh yang diangkat dalam suatu pemberitaan, dan Kacau Emosi terkait dengan emosi dari pembaca yang dipermainkan. Peserta yang mengikuti kegiatan ini dibagi ke dalam beberapa kelompok untuk mendengarkan penjelasan materi dari para fasilitator.

Tular Nalar 3.0 sebagai Bentuk Komitmen untuk Mengatasi Penyebaran Hoaks - www.mediapijar.com
Sesi pemaparan materi oleh fasilitator Tular Nalar kepada peserta.
(Fotografer: Jennifer Francesca)

Program yang telah dijalankan oleh Tular Nalar terdiri dari dua jenis, yaitu Sekolah Kebangsaan (SK) dan Akademi Digital Lansia (ADL). “Sekolah Kebangsaan itu khusus untuk pemilih pemula, sedangkan Akademi Digital Lansia ditujukan untuk para lansia,” ucap Yovita Sabarina Sitepu selaku Ketua Pelaksana.

Untuk terlibat dalam kegiatan Tular Nalar sendiri seperti menjadi fasilitator, dapat diikuti oleh mahasiswa dari prodi manapun melalui beberapa tahapan seleksi. “Kita sebenarnya membuka untuk siapapun yang mau jadi fasilitator, namun harus mengikuti Training of Trainers (ToT) dahulu secara daring, setelah melewati ToT, ADL, dan SK maka bisa ikut dalam rangkaian kegiatan kita,” jelas Yovita.

“Saya senang sekali melihat antusias keseluruhan peserta, mereka juga interaktif jika dilihat saat sesi tanya jawab. Mereka antusias untuk mengangkat tangan dan menjawab,” jelas Azzahra Dwi Prananda sebagai salah satu fasilitator.

Derista Putri sebagai peserta mengaku mendapat wawasan baru dari kegiatan ini. “Acaranya sangat seru dan menambah wawasan saya, yang mana kita harus antisipasi terhadap berita hoaks mendekati Pilkada ini. Semoga acara ini lebih sukses lagi dan lebih sering diselenggarakan,” ucapnya.

Pada akhir wawancara, Yovita menyampaikan harapannya. “Harapan terbesar saya semoga semua peserta dapat merasakan manfaatnya, kemudian dapat menjangkau peserta yang lebih luas lagi seperti kalangan anak Sekolah Menengah Atas, serta dapat bekerja sama dengan pihak instansi pemerintah,” harapnya.

(Redaktur Tulisan: Kelly Kidman Salim)

Leave a comment