Hits: 8867
Ghina Raudhatul Jannah
Pijar, Medan. Vania Winola Febriyanti atau yang kerap disapa Vania, merupakan seorang remaja berusia 17 tahun yang aktif menjadi pemengaruh (influencer) atau kreator konten (content creator). Vania kerap membagikan keseharian di akun media sosialnya, seperti Instagram, TikTok, bahkan YouTube.
Ia adalah siswa aktif di SMA Negeri 6 Surabaya sebelum diterima di jurusan Ilmu Komunikasi Universitas Airlangga (Unair) melalui jalur Seleksi Nasional Berbasis Prestasi (SNBP).
Vania dikenal aktif mengikuti kegiatan yang dianggap positif dan juga dapat meningkatkan value-nya. Ia juga memiliki segudang prestasi, baik di bidang akademik maupun non-akademik.
Ia mulai mengikuti berbagai kegiatan sejak duduk di bangku SMA dan kerap meraih beberapa prestasi gemilang. Beberapa di antaranya ia pernah menjadi delegasi perwakilan Asia dan Indonesia di acara United Nation Climate Change (UNCC) pada tahun 2023, menjadi perwakilan siswa Indonesia dalam Sakura Science Exchange Program di Jepang tahun 2023, dan menjadi Duta SMA Nasional tahun 2022.
Memiliki gelar duta SMA Nasional tahun 2022, Vania mengaku awalnya sempat tak berniat untuk mengikuti ajang pemilihan Duta SMA Nasional tersebut. Namun akhirnya, ia memutuskan untuk mengikuti pemilihan duta ini karena merupakan ajang bergengsi yang diselenggarakan langsung oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).
“Awalnya tuh aku enggak ada niat sama sekali untuk ikut pemilihan Duta SMA Nasional ini. Tapi setelah aku pikir-pikir kenapa enggak coba dulu aja, apalagi ini kan Duta SMA pertama yang resmi langsung dari kementerian,” ujarnya di akun YouTube UNAIRTV.
Selain di bidang akademik, Vania juga memiliki prestasi di bidang non-akademik. Ia menyalurkan isi hati dan pikirannya melalui buku tulisannya sendiri yang berjudul Yang Katanya Cemara. Alasan Vania menulis buku tersebut adalah untuk memberikan motivasi kepada pembacanya agar tidak merasa kecil hati, bagaimana pun kondisi keluarganya. Selain menulis buku, ia juga pernah menjadi pencerita siniar (storyteller podcast) bernama Little Talks di Spotify.
“Memiliki kegiatan non-akademik tidak mempengaruhi nilaiku. Kegiatan non-akademik itu penting banget karena bisa membangun karakter aku menjadi semakin kuat. Aku ikut duta SMA, OSIS dan MPK, pertukaran pelajar ke Jepang, ikut MUN, lomba-lomba dan kegiatan lainnya tapi itu semua ga buat nilaiku turun,” ujar Vania di akun TikTok-nya @vaniawinolaa.
Meraih beberapa pencapaian ini tentu tidak mudah, Vania mengatakan ada beberapa hambatan atau tantangan yang ia alami selama berusaha untuk meraih pencapaian itu. Salah satunya mengenai manajemen waktu (time management).
Ia membagi waktunya menjadi tiga bagian, yaitu akademik, non-akademik, dan waktu luang (leisure). Karena menetapkan tiga hal tersebut, Vania tidak pernah merasa kesulitan untuk mengatur waktunya antara sekolah, mengikuti lomba, dan juga menghabiskan waktu bersama teman-temannya.
Saat ini, Vania sudah merencanakan hal-hal yang akan dilakukannya di masa yang akan datang, seperti menulis bukunya yang kedua, belajar ke lebih banyak negara, dan juga merilis lagunya sendiri.
Hal ini membuktikan bahwa Vania memang orang yang giat dan pekerja keras. Ia pun berharap agar orang-orang tetap memandangnya sebagai sosok yang positif dan tetap menunggu hal-hal yang akan dicapai olehnya ke depannya.
(Redaktur Tulisan: Rani Sakraloi)

