Hits: 5

Khairun Nisa Lubis

“Jika kita tinggal di suatu daerah dan kita tidak tahu bahasa daerah tersebut maka kita sama seperti unta, yang lahir di Arab, hidup di Arab, mati di Arab, tapi tidak pandai bahasa Arab.” – Mr. Damanik

Pijar, Medan. Muhammad Soleh Damanik atau kerap disapa Sir Damanik, alumni Aligarh Muslim University di India, membawa cahaya dalam dunia belajar bahasa Inggris melalui penciptaan Kampung Inggris Medan.

Kampung Inggris merupakan suatu perkampungan yang berkembang menjadi tempat belajar bahasa Inggris. Pertama kali hadir di Kota Pare, Jawa Timur, kini Kampung Ingris sudah tersebar di beberapa daerah lain di Indonesia. Salah satunya ada di Kota Medan, tepatnya di Jalan Amal Puskesmas 1 Ringroad Sunggal.

Kampung Inggris Medan didirikan oleh Mister atau Mr Damanik bertepatan dengan hari ulang tahunnya pada 26 Februari 2021. Tujuannya mendirikan Kampung Inggris Medan tak lepas dari harapannya untuk mengembangkan kemampuan berbahasa Inggris anak-anak Medan.

“Harapan saya agar anak-anak Medan dapat familiar dan jago dalam bahasa inggris, anak yatim atau yang tidak mampu semua bisa belajar,” ungkapnya.

Tak terelakkan, keberadaan Kampung Inggris Medan telah menjadi penerang dalam kegelapan bagi para pembelajar bahasa Inggris di kota ini. Dengan semangat dan dedikasinya, Mr Damanik selaku pendiri berhasil menciptakan lingkungan belajar yang menarik dan imersif. Menjadikan Kampung Inggris Medan tidak hanya sebagai tempat belajar, tetapi juga tempat berkumpulnya minat dan ambisi untuk belajar bahasa Inggris.

Simak Perjalanan Muhammad Soleh Damanik, Pendiri Kampung Inggris Medan - www.mediapijar.com
Kampung Inggris Medan cabang Ringroad.
(Fotografer: Khairun Nisa Lubis)

Berlatar belakang pendidikan pesantren lalu melanjutkan kuliah hingga S2 di Aligarh Muslim University, Mr Damanik sempat tidak menyukai bahasa Inggris. Ia pernah merasakan bagaimana berkuliah tanpa mengerti bahasa Inggris maupun bahasa India, tempat ia berpijak kala itu. Bahkan ia pun pernah mendapatkan nilai nol dalam ujian dan diancam akan dikembalikan ke Indonesia oleh dosennya. Hal ini membuat Mr Damanik sadar akan pentingnya bahasa Inggris dalam hidupnya.

Sejak saat itu, Mr Damanik bertekad kuat dan semakin giat untuk belajar bahasa Inggris. Ia dapat dengan lancar berbicara bahasa Inggris dalam kurun waktu beberapa bulan saja. Namun, tidak puas sampai di sana, kecintaannya pada bahasa membuatnya ingin mahir dalam bahasa India juga. Hingga saat ini, Mr Damanik telah menguasai empat bahasa, yaitu bahasa Indonesia, Inggris, Arab, dan India.

Mr Damanik sendiri percaya bahwa belajar bahasa dapat meningkatkan kepercayaan diri seseorang. Dengan kemauan yang kuat, kita dapat menjadikan tantangan sebagai peluang untuk tumbuh dan belajar.

“Kata orang bahasa bisa membentuk kepercayaan diri seseorang, dan itu betul. Semenjak saya pandai bahasa Inggris, Arab, saya jumpa siapa saja jadi tidak ada takutnya. Saya juga bukan orang yang pintar, tapi saya punya kemauan. Saya membiasakan untuk selalu membaca buku, dan alhamdulillah jadi satu-satunya orang yang lulus tepat waktu di angkatan saya,” tuturnya.

Kecintaannya terhadap bahasa Inggris menjadikannya seperti sekarang. Dari membuka les bahasa Inggris gratis di kamar kosnya hingga menjadi guru privat saat masa pandemi.

Hal ini membuat Mr Damanik dicap pandai membuat orang pandai bahasa Inggris, bahkan sempat membangun beberapa bimbingan belajar bahasa Inggris sebelum akhirnya memutuskan untuk mendirikan Kampung Inggris Medan pada tiga tahun lalu.

Kampung Inggris Medan menerima murid dari semua kalangan. Di sini, semua orang dapat belajar dengan biaya murah atau gratis bagi yang tidak mampu. Mereka juga menyediakan asrama untuk murid yang ingin menetap selama belajar di sana.

Dengan tekad yang kuat, Mr Damanik berharap dapat mengembangkan jaringan Kampung Inggris di seluruh kota dan menciptakan akses yang lebih luas bagi masyarakat untuk memperoleh ilmu bahasa Inggris. Ia pun berharap dapat mendirikan minimal tiga cabang Kampung Inggris di Kota Medan.

“Sejauh ini kita sudah punya dua cabang, yaitu di Ringroad dan Marelan. Selanjutnya, saya berencana membuka satu cabang lagi di Medan Tuntungan atau Amplas,” ujarnya.

Tekad tersebut merambat hingga menghadirkan suatu inovasi. Mr Damanik bermimpi untuk membangun sebuah Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang bernaung di bawah Kampung Inggris Medan. Berfokus pada pembelajaran bahasa Inggris, ia yakin akan pentingnya memperkenalkan bahasa Inggris sejak dini dan membuka pintu bagi peluang masa depan yang tak terhingga.

Sebagai sumber inspirasi bagi banyak orang, Mr Damanik memberi pengajaran tentang tidak pernah berhenti bermimpi. Kisah hidupnya adalah bukti bahwa dengan tekad yang kuat dan kerja keras yang tanpa henti, segala impian dapat diwujudkan.

 

(Redaktur Tulisan: Rani Sakraloi)

Leave a comment