Hits: 55

“You can’t make somebody you love feel the same”

“Cause just like the seasons, you can’t stop the way, people change”

Lowla Santa Claudia Manurung / Rais Sihombing

Pijar, Medan. Perihal asmara telah menjadi topik universal yang sering dituang ke dalam bentuk karya seni. Banyak lukisan, puisi, hingga lagu yang bercerita tentang permasalahan tersebut. Tak bisa dipungkiri, banyak orang merasa terwakili dengan adanya keberadaan dari lagu tersebut. Karya terbaru grup musik pop-rock asal Amerika, LANY termasuk salah satunya.

Setelah sebelumnya ditinggal oleh sang gitaris, Charles Leslie “Les” Priest, LANY kembali hadir dengan formasi baru. Kali ini, Paul Jason Klein (vokal/gitar) dan Jake Clifford Goss (drum) mengeluarkan album baru bertajuk “A Beautiful Blur” yang terdiri dari 13 lagu baru.

Salah satu track unggulan dari album ini adalah lagu “Cause You Have To” yang dirilis pada 29 September lalu. Merupakan single kesebelas dari album ini, lagu ber-genre indie-pop ini viral dan mendapat banyak perhatian dari masyarakat.

Dilansir dari creativedisc.com, band yang telah dibentuk sejak 2014 tersebut menyampaikan bahwa album ini sendiri mulanya berjudul “I Really Really Hope So” sebelum diubah beserta dengan cover art nya.

“Kami mengubah nama dan sampul album. Judul baru akan menjadi “A Beautiful Blur” dan inilah karya seninya. Aku tidak yakin mengapa, tetapi menurutku karena ini adalah waktu yang sangat istimewa dalam sejarah kami,” ungkapnya.

Lagu “Cause You Have To” yang ditulis oleh David Hodges, Whakaio Taahi, dan Paul Klein ini viral di TikTok dan dijadikan sebagai representasi kisah percintaan mereka di kehidupannya.

Lagu ini menceritakan tentang seseorang yang masih mencintai pasangannya dengan tulus, tetapi dia sadar bahwa hubungan ini tidak sedalam itu dan hanya berujung ke perpisahan. Lagu dimulai dengan sebuah perumpamaan dari kisah cinta yang menyayat hati.

Chasing a heart is like chasing a ghost

You can’t make somebody you love feel the same

If they don’t, It doesn’t matter the words that you say

‘Cause just like the seasons, you can’t stop the way

People change

Melalui potongan lirik lagu tersebut, LANY menyampaikan bahwa tidak seorang pun dapat memaksakan cintanya kepada orang lain. Tidak ada hal di dunia ini yang dapat menghentikan seseorang untuk berubah. Setiap orang akan berubah layaknya musim yang silih berganti.

The silence is getting too cold, We stopped fighting

‘Cause deep down inside, we both know

Just for once, what do you want? Baby, tell me the truth

Do you only love me ’cause you have to?

Hubungan tanpa adanya pertengkaran dan keributan adalah hubungan yang diidamkan banyak orang. Keadaan seperti itulah yang terjadi di antara mereka berdua. Namun, semuanya tidak terjadi bukan karena keadaan mereka baik-baik saja. Melainkan karena mereka berdua tahu bahwa semuanya hanya akan berujung pada perpisahan. Dengan lirih dan sambil memohon, LANY melalui lagu ini bertanya kepada kekasihnya untuk menjawab dengan jujur, apakah ia mencintai dirinya hanya karena terpaksa atau memang karena rasa cinta.

I’m so sorry, I wish I could be

The one to love you more

I hope you find somebody

Who’s got everything you’re searching for

Setelah mendengar perkataan dari sang kekasih, ia pun merasa bahwa dirinya bukanlah seseorang yang diinginkan sang kekasih. Melepaskan pasangannya adalah jalan terbaik untuk mereka berdua. Ia hanya berharap bahwa sang kekasih mendapatkan seseorang yang dicarinya dan bahagia dengan orang tersebut.

Menjadi seseorang yang tidak diinginkan dalam sebuah hubungan hanya akan memupuk rasa sakit di hati. Jalan terbaik adalah dengan melepaskannya untuk kebahagiaan diri sendiri dan orang tersebut.

 

(Redaktur Tulisan: Marcheline Darmawan)

Leave a comment