Hits: 24
Alvira Rosa Damayanti
Pijar, Medan. Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) bersama dengan Perhimpunan Sarjana Kesehatan Masyarakat (PERSAKMI) mengadakan webinar nasional diadakan dengan tujuan memperingati Hari Tuberkolosis Sedunia. Acara dengan tajuk “Problematika Eliminasi Tuberkolosis 2030” dilaksanakan pada Sabtu (1/4/23).
Tuberkulosis merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis yang menyerang paru-paru, tetapi juga dapat mengenai organ tubuh lainnya. Peringatannya sendiri jatuh pada tanggal 24 Maret setiap tahunnya setelah ditemukan oleh ilmuwan bernama Robert Koch pada tahun 1882 silam.
Webinar diisi dengan pemaparan materi dari delapan narasumber ahli yang memberikan rangkaian penjelasan secara mendalam mengenai bagaimana penularan tuberkulosis, penanganan, hingga dukungan yang diberikan kepada para penderita dalam pencapaian eliminasi tuberkulosis.
Perlu diketahui, tuberkulosis nyatanya juga bisa diderita oleh anak usia dibawah 18 tahun. Ria Fitricia mengatakan bahwa diagnosis anak jauh lebih sulit daripada mendiagnosis gejala penyakit yang menyerang orang dewasa.
“Diagnosis TBC pada anak, relatif lebih sulit daripada dewasa, karena anak sulit mengeluarkan sputum untuk tes BTA ataupun TCM. Sedangkan TBC pada orang dewasa, terkadang menunjukkan gejala tidak khas dan dengan pemeriksaan sputum menunjukkan hasil negatif,” terang Ria Fitricia, selaku Wakil Ketua BP2KB IDI Wilayah Sumatera Utara.

(Sumber : Dokumentasi Pribadi Alvira Rosa)
Selain itu, keterbatasan logistik dan pembiayaan ILTB dalam pencapaian eliminasi tuberkulosis juga dibahas dalam webinar ini. Irwan Saputra, mengatakan bahwa masih kurangnya bantuan pemerintah dalam memberikan penangan pada pembiayaan ILTB itu sendiri.
“Indonesia, naik ke peringkat kedua dunia dengan beban kasus TBC terbanyak setelah India. Kontribusi pertama pemerintah Indonesia dalam pendanaan replenishment 2023 – 2025 global fund. Dari US$ 15,5 juta, US$ 10 juta merupakan kontribusi dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN),” jelas Irwan Saputra, selaku Ketua I PENGDA IAKMI Aceh, di akhir sesi pemaparan materi.
(Redaktur Tulisan: Marcheline Darmawan)

