Pesona Roti Jala, Cemilan Unik Khas Melayu

Sumber : indozone.id

Iffah zulfa imaroh / Dasmida

Pijar, Medan. Sebagai kota terbesar ketiga di Indonesia dan dihuni oleh berbagai suku dan ras, Medan tentu memiliki beberapa hal yang menjadi ikon andalan di kalangan wisatawan. Apalagi untuk persoalan kuliner, Medan memiliki beberapa makanan yang terkenal seperti Bika ambon, Soto medan, Arsik, Lontong, Kolak durian, dan lain – lain. Cemilan yang satu ini sudah sepatutnya menjadi ikon Kota Medan juga, karena bentuknya yang unik serta cara menikmatinya yang beragam tentu sayang untuk dilewatkan.

Roti jala namanya, kuliner berbahan dasar tepung terigu, bertekstur sedikit kenyal, serta memiliki bentuk unik seperti jaring yang menyerupai jala. Roti jala dikenal sebagai salah satu makan khas Melayu, khususnya Melayu Deli di Sumatra Utara. Sementara itu, di Pekanbaru makanan ini dinamakan roti kirai dengan bentuk yang sama dengan roti jala yaitu berbentuk jaring.  Roti jala sendiri diadaptasi dari makanan khas India yaitu roti canai.

Menurut sejarahnya, roti canai masuk ke Indonesia sekitar abad ke-17 yang dibawa oleh pedagang muslim asal India yang datang ke Kesultanan Aceh, lalu mulai tersebar di wilayah pesisir timur pulau Sumatra, sampai akhirnya dikenal dan tersebar di seluruh Indonesia pada awal abad ke-19. Dari sinilah masyarakat pesisir Pulau Sumatra mulai menciptakan kuliner ini dengan mengadaptasi roti canai.

Masyarakat menyamakan bahan dasar pembuatannya, namun mengubah bentuknya menyerupai jala, hal ini dikarenakan mayoritas masyarakat pesisir bermata pencaharian sebagai nelayan, di mana jala merupakan komponen utama bagi para nelayan. Sehingga jadilah roti jala sebagai simbol yang mengisyaratkan aktivitas masyarakat Melayu pesisir.

Meskipun namanya roti, kuliner ini tidak seperti roti pada umumnya. Penyebutan roti sebenarnya hanya sebuah kebiasaan masyarakat dalam menyebutkan roti jala hingga saat ini. Selain bentuk, proses pembuatan dan penyajiannya juga sangat berbeda dengan roti canai. Roti jala terbuat dari campuran tepung terigu yang dilarutkan bersama telur, air dan santan atau susu. Roti jala khas melayu asli menambahkan kari kambing atau sapi sebagai pelengkap untuk menikmati roti jala. Meskipun tak jarang, roti jala juga dinikmati dalam versi manis dengan menggunakan larutan gula merah atau madu.

Dalam penyajiaannya, roti jala juga mengalami banyak perkembangan. Terdapat berbagai varian rasa dalam menikmati roti jala baik manis maupun gurih, bahkan pedas. Saat ini kita dapat menemukan perpaduan roti jala dengan srikaya, pisang, coklat bahkan durian. Di Medan sendiri, sebenarnya roti jala identik dengan hari-hari besar seperti bulan Ramadhan dan Idulfitri. Roti jala sering dijadikan takjil untuk berbuka puasa atau cemilan saat Idulfitri. Sehingga, sulit menemukan roti jala di hari biasa seperti ini. Roti jala saat ini  dapat juga ditemui di acara penting seperti pernikahan, khitanan, syukuran dan lainnya.

Bagi Sobat Pijar yang penasaran dan ingin mencoba membuat roti jala, Sobat Pijar bisa mengikuti cara – cara dan bahan dibawah ini. Bahan yang dibutuhkan untuk pembuatan roti jala ini terbilang cukup murah dan mudah dicari karena hanya memerlukan tujuh bahan seperti : Tepung terigu 200 gr, Air / santan secukupnya, Telur 2 butir, Susu bubuk 1 sdm, Garam   ½ sdt, Minyak 2 sdm , Pewarna makanan 1 ½ sdt. Bahan ini bisa disesuaikan dengan berapa banyak roti yang mau dibuat.

Setelah adanya bahan-bahan, selanjutnya yang kita lakuakan ialah mencampurkan tepung terigu, susu bubuk, garam dan air atau santan kedalam satu wadah lalu aduk hingga merata. Tingkat kekentalan sesuai selera, sebaiknya jangan terlalu cair karena akan sulit mencetak adonan berbentuk jaring. Lalu masukkan telur yang sudak dikocok kedalam adonan sedikit demi sedikit sembari di aduk hingga merata. Kemudian masukkan minyak goreng, boleh menggunakan minyak zaitun, minyak wijen atau mentega cair sesuai selera atau yang Sobat Pijar punya. Selanjutnya, Masukkan adonan kedalam plastik segitiga (plastik cream) dan panaskan teflon dengan api kecil agar adonan tidak gosong, serta oles sedikit minyak. Cetak adonan kedalam teflon berbentuk jaring. Masak kurang lebih selama 1-2 menit atau hingga matang. Langkah terakhir Sobat Pijar gulung adonan tersebut, lalu angkat dan sajikan diatas piring. Sobat Pijar bisa menikmati roti jala dengan kari, madu, atau topping lain sesuai selera.

Bagaimana Sobat Pijar? Apakah Sobat Pijar tertarik dengan roti jala ini?

(Editor: Muhammad Farhan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *