Hits: 143
Farah Asy-syifa / Asti Febriana
Pijar, Medan. Hari Ayah Nasional diresmikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada tahun 2006. Peresmian Hari Ayah Nasional dilakukan setelah adanya deklarasi Hari Ayah oleh lembaga Perkumpulan Putra Ibu Pertiwi (PPIP) di Maumere, Flores, NTT. Hari Ayah Nasional di Indonesia ditetapkan pada tanggal 12 November, berbeda dengan Hari Ayah Sedunia yang jatuh pada tanggal 19 Juni. Tahun ini, Hari Ayah Nasional jatuh pada hari Sabtu (12/11/2022).
Perayaan Hari Ayah pertama kali dilakukan dengan menggunakan tema “Semoga Bapak Bijak, Ayah Sehat, Papah Jaya”. Pemilihan tema tersebut digunakan karena peringatan Hari Ayah juga bertepatan dengan Hari Kesehatan Nasional.
Diperingatinya Hari Ayah ini dijadikan sebagai momen untuk keluarga agar dapat memberikan sebuah penghargaan kepada ayah. Penghargaan yang akan diberikan kepada ayah dapat dalam bentuk apa saja. Misalnya dengan mengucapkan terima kasih, memberikan hadiah, hingga pergi liburan bersama.
Perlu diketahui bahwa menunjukkan rasa hormat dan terima kasih kepada ayah tidak hanya dilakukan pada Hari Ayah saja. Semua orang dapat memberikan kenangan spesial dengan ayah selain dari hari-hari tertentu. Sama seperti hari ibu yang ditujukan untuk menghargai kehadiran ibu, peringatan hari ayah dilakukan sebagai bentuk penghormatan kepada ayah. Sosok ayah juga merupakan seorang yang berpengaruh bagi kehidupan anaknya.
Dalam keluarga, ayah dan ibu merupakan dua orang yang pertama kali anak temui. Mulai sedari bayi hingga ketika anak sudah menginjak dewasa dan bisa bertemu dengan dunia luar, peran dari ayah dan ibu sangat krusial bagi perkembangan anak.
Posisi ayah dan ibu bagi anak adalah saling melengkapi. Seorang yang tumbuh dengan ayah yang berperan aktif akan cenderung menjadikannya sebagai panutan (role model). Kedekatan hubungan dari ayah dan anak akan terlihat ketika ia berinteraksi dengan lingkungannya. Namun, bukan berarti kehilangan sosok ayah adalah akhir dari segalanya.
Ayah yang berperan aktif dalam hidup anaknya akan menunjukkan sikap-sikap yang patut diteladani. Sikap rasa tanggung jawab yang tinggi, berani, dan tegas dapat diperoleh anak dari seorang ayah. Selain itu, ayah juga bisa mengajarkan rasa disiplin kepada anak.
Bukan berarti seorang ayah merupakan sosok yang minim memberikan afeksi. Ayah juga dapat memberikan kasih sayang kepada keluarganya. Seorang anak dapat belajar untuk melindungi orang lain ketika ia sudah terbiasa melihat ayahnya. Bentuk kasih sayang yang diberikan oleh seorang ayah juga berbagai macam. Tergantung dari pribadi ayah itu sendiri. Sosok ayah dapat menjadi seorang yang humoris dan memberikan kehangatan agar keluarga tetap menjadi harmonis.
(Redaktur Tulisan: Rani Sakraloi)

