Hits: 16

Luan Nayoka Purba

Pijar, Medan. 17 September 2026 menjadi momentum ke-81 tahun pengabdian Palang Merah Indonesia (PMI) di bidang kemanusiaan. Begitu juga dengan PMI Kota Medan, berbagai upaya dilakukan sebagai bentuk kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana, seperti melalui peningkatan kapasitas relawan, asesmen, hingga koordinasi dengan berbagai pihak. Di sisi lain, keterlibatan masyarakat serta mahasiswa, menjadi bagian dari upaya kemanusiaan PMI melalui donor darah dan kerelawanan.

Di tengah kebutuhan respon terhadap bencana yang membutuhkan sumber daya dan logistik, PMI tidak hanya melakukan peran kemanusiaannya saat bencana terjadi. Bentuk kesiapsiagaan PMI adalah melalui pembekalan relawan, termasuk anggota Korps Sukarela (KSR) yang banyak berada di berbagai perguruan tinggi Kota Medan.

“Ketika di masa tanggap darurat bencana, kita itu ada yang namanya Korps Sukarela, yang berada di perguruan tinggi negeri dan swasta seperti UNIMED, UIN, Poltekkes Kemenkes, Santa Elisabeth, Satya Terra Bhineka, Dharmawangsa, Panca Budi, dan Unit Markas PMI Medan sendiri,” ujar Zulhamsyah selaku Kepala Markas PMI Medan.

Selain dari pembekalan KSR di berbagai perguruan tinggi di Kota Medan, PMI juga melakukan peran kemanusiaannya dengan berbagai program layanan masyarakat.

“Di antaranya ada unit layanan ambulans, layanan unit donor darah, layanan tanggap darurat bencana, dan layanan pemulihan hubungan keluarga,” tambah Zulhamsyah.

Salah satu layanan yang membutuhkan keterlibatan masyarakat secara rutin adalah donor darah. Di lingkungan perguruan tinggi, kegiatan donor darah menjadi salah satu bentuk partisipasi mahasiswa dalam mendukung ketersediaan darah bagi masyarakat yang membutuhkan.

Kegiatan donor darah yang dilakukan di lingkungan mahasiswa turut menjadi bagian dari partisipasi masyarakat. Maulana Baihakhi, Dokter sekaligus Wakil Direktur Unit Donor Darah PMI Medan menjelaskan bahwa mengajak masyarakat mengikuti program donor darah menjadi salah satu tantangan terbesar PMI.

“Tantangan terbesar kita adalah tetap meminta masyarakat untuk melakukan donor darah secara rutin. Menjalin komunikasi dan MoU adalah bentuk kerja sama kami dengan kampus-kampus. Mengadakan kampanye dan flyer di media sosial juga bentuk ajakan kami kepada masyarakat,” ungkap Maulana.

Ignatia Carmelita, seorang mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Sumatera Utara ikut menanggapi bagaimana ajakan yang dilakukan oleh PMI.

“Seharusnya, PMI menjelaskan kepada masyarakat mengenai proses dan manfaat donor darah itu bagaimana. Jadi, bagi orang yang masih takut untuk donor darah akan lebih mengetahui bagaimana proses sebenarnya ketika melakukan donor, serta bagaimana manfaat bagi tubuh sendiri,” jelas Ignatia.

Memasuki usia ke-81 tahun, PMI terus mendorong semangat “Peduli, Bergerak, Bersama” dalam menjalankan tugas kemanusiaannya. Kesiapsiagaan menghadapi bencana pada akhirnya tidak hanya menjadi tanggung jawab PMI, tetapi seluruh masyarakat termasuk mahasiswa untuk terus membantu sesama.

(Redaktur Tulisan: Dwi Garini Oktavianti)

Leave a comment