Hits: 53

Nur Jamiah Nasution

Pijar, Medan. Dosen Universitas Sumatera Utara (USU), Dr. Nurman Achmad, M.Soc.Sc, dan Prof. Dr. Poppy Anjelisa Zaitun Hasibuan, S.Si., M.Si., Apt., melakukan kerjasama dengan Himpunan Serikat Perempuan Indonesia (HAPSARI) dalam melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat berbasis inovasi tahun 2022 di Desa Pondok Tengah, Kecamatan Pegajahan.

Simulasi penelitian dilakukan di Laboratorium Mikrobiologi Fakultas Farmasi USU pada Selasa (23/08/2022). Kegiatan yang dilakukan berupa pemberdayaan masyarakat dalam memproduksi jamu dengan tujuan untuk meneliti sekaligus memberikan informasi kepada masyarakat mengenai inovasi yang dilaksanakan. Nantinya masyarakat Desa Pondok Tengah diharapkan bisa memanfaatkan hasil dari penelitian tersebut.

Dr. Nurman Achmad, M.Soc.Sc, selaku Ketua Pelaksana mengungkapkan bahwa kegiatan penelitian itu dilakukan untuk membantu masyarakat dalam mengolah hasil bumi menjadi sesuatu yang baru dan berguna untuk masyarakat itu sendiri. Inovasi itu berupa pengolahan jamu berbahan dasar rempah-rempah.

Jamu sendiri merupakan obat herbal yang diracik dari bahan-bahan alam guna untuk menjaga kesehatan. Bahan rempah yang digunakan untuk membuat jamu dalam kegiatan ini adalah rempah pilihan yang diambil langsung dari Desa Pondok Tengah.

Inovasi USU Ciptakan Produk Jamu Herbal Berbahan Dasar Rempah-MediaPijar.com
Sumber Foto : @usu.ac.id

“Penelitian ini diharapkan mampu mengoptimalkan hasil bumi di desa setempat untuk dijadikan obat tradisional yang bermanfaat untuk masyarakat banyak. Rempah-rempah yang dihasilkan dari Desa Pondok Tengah memiliki kualitas yang baik dan setelah diteliti mampu melahirkan sebuah inovasi obat tradisional,” jelas  Nurman.

Di sisi lain, Desy Fitri Ayuni yang merupakan salah satu mahasiswi Pertanian di USU, memberikan tanggapan mengenai kegiatan penelitian itu. “Kegiatan tersebut adalah kegiatan pengabdian yang tujuannya untuk pengembangan nilai ekonomis di lingkungan masyarakat. Kegiatan itu wajib diapresiasi. Apabila kita sebagai mahasiswa bisa ikut dan berperan aktif, maka secara tidak langsung kita mahasiswa sudah mengasah bakat dan minat di dalam dunia entrepreneurship,” ujarnya.

Selain itu, Desy juga mengungkapkan harapannya dari kegiatan tersebut. “Dari kegiatan tersebut kita bisa mengetahui bahwa obat-obatan tradisional seperti jamu memang sangat ampuh untuk mengobati berbagai penyakit. Masyarakat di lingkungan sekitar dapat mengoptimalkan lahan sempit dan pekarangan rumahnya agar dijadikan taman herbal tanpa berbasis media tanah atau hidroponik,” tambahnya.

Masyarakat bisa belajar untuk mengolah dan memanfaatkan bahan-bahan dari alam dari kegiatan ini. Hasil inovasi tersebut juga bisa menyadarkan masyarakat bahwa mengonsumsi obat-obat tradisional  lebih baik dibandingkan mengonsumsi obat-obat berbahan kimia.

(Redaktur Tulisan: Marcheline Darmawan)

Leave a comment