Hits: 87
Adinda Amelia Putri Br. Tarigan
Pijar, Medan. Universitas Sumatera Utara (USU) kembali kedatangan para mahasiswa Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM) yang berasal dari berbagai daerah. Namun, yang menjadi pembeda dengan PMM sebelumnya adalah mereka akan menyambut puasa tahun ini di Kota Medan, kota yang berbeda dari tempat mereka tinggal atau berkuliah.
Tak terasa bulan puasa tinggal menghitung hari saja, begitu banyak persiapan yang dapat dilakukan dalam menyambut bulan suci Ramadhan kali ini.
Namun, tidak semua dari mahasiswa PMM memiliki persiapan yang cukup dalam menyambut kedatangan bulan penuh berkah tersebut. Salah satunya seperti yang dialami oleh Hegel Hadi Saputra, seorang mahasiswa dari Universitas Muslim Indonesia yang melakukan PMM di USU.
“Sejauh ini belum ada persiapan sih kak, mungkin persiapan fisik untuk puasa dan persiapan iman dan taqwa supaya bisa puasa full dan tarawih juga,” ucapnya.
Di balik itu, cukup banyak mahasiswa yang membuat agenda berkumpul bersama untuk menghiasi bulan Ramadhannya agar lebih bermakna. Di mana umumnya, bulan puasa identik dengan acara berbuka dan ibadah terawih bersama. Agenda inipun tak lepas dari rencana mahasiswa PMM USU di tahun ini.
“Untuk agenda, kami bakal melaksanakan acara bukber, tarawih, dan pengajian bersama,” jelas Hegel.
Perkumpulan mahasiswa PMM juga ikut memeriahkan semarak Ramadhan dengan membuat beberapa acara yang dapat dilakukan semasa bulan puasa yang bertujuan agar terjalinnya hubungan baik antaranggota mahasiswa Inbound PMM 4 USU.
“Hal yang saya tunggu saat menyambut bulan Ramadhan di Medan untuk pertama kali, yaitu suasana bulan Ramadhan yang tentunya beda dengan di Jawa. Apalagi buah dan minum-minuman di Medan ini sangatlah segar. Buah di Medan beneran seenak itu ketika dinikmati waktu buka puasa. Apalagi es pokat kocok dan es pokat durian,” tutur Shalsabilla selaku mahasiswi PMM dari Universitas Sahid Surakarta.
Namun, terdapat beberapa kendala yang dirasakan oleh mahasiswa PMM ketika ingin mencari makanan untuk berbuka dan sahur. Terutama untuk mahasiswi PMM yang tinggal di asrama putri USU.
Cukup jauh bagi mereka untuk berjalan mencari warung pada tengah malam. Kendala lainnya mereka juga tidak terlalu mengetahui daerah mana sajakah yang banyak menjual dan menyediakan menu sahur di sekitar mereka.
Mengingat kendala yang terjadi, Shalsabilla mengungkapkan harapannya agar pihak USU dapat memberikan informasi terkait jasa boga (catering) makanan yang bisa dikirim ketika jam sahur. Ia juga berharap agar USU memfasilitasi para anggota PMM dalam menyediakan makanan untuk sahur.
“Jika dari USU menyediakan sahur bersama pasti anak PMM akan excited dalam kegiatan itu,” harap Shalsabilla.
Dengan begitu, para anggota PMM dapat dipermudah dalam melaksanakan sahur tanpa perlu repot mencari makanan di luar.
(Redaktur Tulisan: Rani Sakraloi)

