Hits: 14

Nia Nuryanti Barus

Pijar, Medan. Sebagian besar orang kerap mengalami kecemasan yang berlebihan terhadap suatu hal yang belum tentu terjadi. Memikirkan hal yang belum tentu terjadi secara berlebihan disebut dengan istilah overthinking. Lalu bagaimana kita menjadi overthinking terhadap hal-hal yang akan terjadi? Buku You Are Overthinking ini akan menjawab semua pertanyaan tersebut.

Buku You Are Overthinking menyajikan kisah-kisah overthinking yang kerap kita alami di dalam kehidupan sehari-hari. Masalah-masalah yang diulas pun diambil dengan berbagai sudut pandang mulai dari masalah keluarga, pendidikan, pekerjaan, masa depan, diri sendiri hingga masalah percintaan.

Cerita-cerita yang disampaikan sangat berkaitan dengan kehidupan sehari-hari. Membaca buku ini sama halnya dengan membaca sebuah kisah pengalaman seseorang mengenai pikiran yang berlebihannya. Pengalaman-pengalaman yang disampaikan akan membuat pembaca menyadari bahwa hal tersebut terjadi pada dirinya sendiri.

Kita sering kali berperang dengan pikiran sendiri, mengenai hal-hal yang belum tentu sesuai dengan apa yang kita pikirkan. Padahal terlalu banyak berpikir yang tidak-tidak malah akan membuat konsentrasi pecah. Aktivitas yang sebenarnya bisa dilakukan dengan baik bahkan berakhir dengan buruk hanya karena kita menjadi salah kaprah.

“Pasti dia sedang ngomongin aku. Memangnya ada yang salah denganku? Aku kenapa ya? Apa yang mereka omongkan ya?” – Hal.6

Mungkin sebagian dari kita pernah mengalami kecemasan ketika hendak melakukan presentasi. Kita akan berpikir “Bagaimana ya jika besok aku tidak dapat tampil sempurna? Bagaimana jika lupa materi? Gawat, orang-orang akan menertawaiku”. Kecemasan tersebut bukan malah membuat presentasi yang akan kita lakukan semakin baik.

Alih-alih memikirkan semua hal tersebut, buku ini malah mengajak kita untuk mempersiapkan diri dengan latihan mengenai hal-hal yang akan kita hadapi di hari esok. Belum tentu pula orang lain menilai kita sesuai dengan sudut pandang yang sama dengan kita.

Pada salah satu bab buku ini, membahas mengenai rational thinking  vs overthinking. Disampaikan pada saat seseorang overthinking maka hal tersebut akan memengaruhinya dalam membuat keputusan yang rasional.

“Rational thinking akan mengarahkan seseorang pada suatu rencana, sedangkan overthinking hanya akan mengantarkan seseorang menuju sebuah wacana. Berbekal kontrol manajemen yang baik akan membuat semua rencana dan usaha yang dilakukan berhasil sempurna” – Hal.24

Tak hanya itu, di setiap akhir bab dalam buku ini juga akan mengajak para pembacanya untuk  healing dengan mengerjakan tugas-tugas sederhana. Seperti memberikan tanda pada buku mengenai hal-hal overthinking yang pernah dialami, menuliskan pikiran-pikiran negatif yang pernah muncul, dan tugas-tugas lainnya.

Buku setebal 210 halaman ini menggunakan bahasa yang ringan untuk dibaca. Tak hanya itu, buku ini juga diperuntukkan bagi semua kalangan. Hal tersebut karena semua orang baik remaja maupun dewasa kerap mengalami overthinking. Buku ini sangat direkomendasikan untuk kamu si overthinking mengenai hal-hal yang entah benar terjadi atau tidak.

(Redaktur Tulisan: Lolita Wardah)

Leave a comment