Hits: 12

Silka Amyra

Pijar, Medan. Setelah dua tahun sejak rilisnya album keempat “Red”, kini Taylor Swift merilis album kelimanya. Pada tanggal 27 Oktober lalu, album kelima milik penyanyi berusia 24 tahun ini resmi dirilis di seluruh dunia.

Taylor memilih “1989” sebagai judul album kelimanya. Dengan cover polaroid, pelantun lagu “We Are Never Ever Getting Back Together” ini coba meninggalkan musik country yang telah membesarkan namanya dan beralih pada genre musik pop. Hal ini dibuktikan dengan lagu-lagu dalam album “1989” yang kaya akan warna, namun semua lagu tetap berada dalam koridor pop yang tegas tanpa melebur dengan sub-genre lain. Dan sesuai dengan judulnya, “1989”, album ini terinspirasi oleh musik pop di era 80-an.

Adanya keinginan Taylor untuk berpindah haluan ke musik pop sebenarnya sudah dapat diidentifikasi dari album-album sebelum “1989” yaitu Fearless, Speak Now, dan Red. Karena ketiga album tersebut memiliki genre musik country-pop. Adanya kata “country” pada ketiga album ini membuat Taylor tetap dikenal sebagai penyanyi country dan meraih berbagai penghargaan sebagai penyanyi country dalam berbagai acara penghargaan musik.

 Perubahan-perubahan pada diri dan musik Taylor Swift ini tentunya menimbulkan banyak kritikan dari berbagai pihak. Namun banyak pula yang mendukung dan merasa puas terhadap perubahan Taylor ini contohnya dikalangan public figur seperti Kelly Clarkson, Lena Dunham, Lorde, Sam Smith, Hayley Williams, Vance Joy, Hillary Scott, Ed Sheeran, Simon Pegg, dan lainnya.

Album baru yang bertajuk “1989” tersebut diberi judul sesuai dengan tahun kelahiran wanita yang telah memenangkan tujuh Grammy Awards. Taylor mendefinisikan album ini sebagai bentuk ‘first documented, official pop album’ dan juga mengibaratkan album kelimanya ini seperti kelahiran dirinya kembali.

“….The album is a bit of a rebirth for me,” ujar Taylor pada sebuah wawancara. Selain itu, pada sebuah situs Taylor berkata, “Aku merasa lebih hancur saat merekan album Red,” jelas Taylor. “Album itu mengenai cara aku menghadapi putus cinta yang sangat intens dan album 1989 menjelaskan fase setelahnya dimana kamu akhirnya menerima diri seluruhnya dan merasa lebih baik,” lanjut Taylor.

Album 1989 memiliki 13 lagu utama yaitu Welcome to New York, Blank Space, Style, Out of The Woods, All You Had to Do Was Stay, Shake It Off, I Wish You Would, Bad Blood, Wildest Dreams, How You Get the Girl, This Love, I Know Places, dan Clean. Pada album edisi deluxe ditambah dengan 6 bonus lagu yaitu Wonderland, You Are In Love, New Romantics, I Know Places (voice memo), I Wish You Would (voice memo), dan Blank Space (voice memo).

Dalam proses pembuatan album tersebut, Taylor Swift menggandeng produser dan komposer ternama seperti Ryan Tedder, Max Martin, Shellback, Jack Antonof, dan Imogen Heap. Tak heran jika di minggu pertama perilisannya, album “1989” telah berhasil menembus angka penjualan hingga 1,287 juta kopi di seluruh dunia. Selain itu single “Blank Space” kini masih menduduki peringkat pertama dalam Billboard Hot 100 dan “Shake It Of” yang merupakan single pertama album ini masih berada di peringkat lima teratas dalam Billboard Hot 100 setelah sebelumnya menduduki peringkat pertama selama beberapa minggu.

Leave a comment