Bela Diri + Tarian + Musik = Capoeira

 

Pijar, Medan. Saat ini dunia olahraga banyak diminati oleh anak muda, mulai dari bersepeda, futsal ataupun basket. Hal ini telah menjadi bagian dari gaya hidup mereka sehari-hari. Namun ada satu olahraga menarik yang saat ini juga mulai digemari, yaitu capoiera. Olahraga ini unik dan menarik karena memadukan seni beladiri dan tarian serta musik. Bahkan bisa dikatakan capoeira merupakan satu-satunya olahraga yang menyatukan ketiga unsur tersebut. Di Medan, salah satu kelompok Capoeira mulai berkembang di Medan sejak tahun 2008 adalah Ginga Firme.

“Ada banyak trik dalam capoeira untuk bisa mengalahkan lawan, bukan dengan kekerasan,” ujar Fachrial Daniel salah seorang pendiri Ginge Firme. Capoeira memberikan banyak manfaat bagi penikmatnya, selain dapat membakar lemak sebanyak 1500 kalori, capoeira juga dapat sebagai alternatif untuk melupakan masalah karena dalam capoeira kita mempelajari pemahaman jiwa. Musik capoeira mengangkat unsur kehidupan, kecintaan terhadap wanita bahkan ada musik bertemakan abjad. “Lewat musik ini capoeirista, sebutan untuk pemain capoeira merasakan ketenangan dan menikmati olahraga tersebut,” kata Daniel. Pada Juli 2009 lalu capoeira resmi disahkan sebagai kebudayaan asli dari Brazil ke UNESCO. Melalui musik-musik capoeira kita belajar bagaimana kebudayaan Brazil dan Portugis.

Ginga Firme Capoeira (GFC) USU merupakan salah satu komunitas yang dibentuk sebagai pengembangan capoeira di Medan. Mulai Februari 2009 yang GFC USU berkantor di Cikal USU. Bukan hanya para mahasiswa USU yang menjadi anggota GFM USU ini, tetapi mahasiswa dari perguruan tinggi lain. “Olahraga ini bersifat universal, siapa saja bisa ikut bermain. Capoeira cocok buat siapa saja. Gerakannya pun tidak sebatas hanya bela diri semata, tetapi juga memasukkan unsur tarian yang menjadi keunikan sendiri di antara beladiri lainnya. Bahkan capoeira satu-satunya olahraga yang menggabungkan unsur bela diri dengan tarian di dalamnya,” ujar Daniel, sapaan akrabnya.

Belajar Capoeira juga bukan cuma berlatih jurus-jurusnya. Kita akan diajari filosofi, nyanyian, dan memainkan alat musik khas Brasil. Semua keahlian ini digunakan agar kita semakin menjiwai Capoeira. “Kami juga selalu berusaha menciptakan suasana kekeluargaan supaya anggota-anggota makin betah,” kata Daniel. Dari suasana kekeluargaan ini, anggota klub lebih mudah menyerap filosofi Capoeira. “Capoeira dalam bahasa Brasil berarti rumput yang rendah. Jadi, seorang capoeirista tidak boleh sombong. Mereka harus menghormati orang-orang dan menghindari permusuhan,” ujar Daniel sambil tersenyum. [red]

 

7 Comments

  • hardy jackson
    Posted 16 April 2013 11:38 0Likes

    berapa biaya masuk komunitas ini?

  • abdul rahman al jefri
    Posted 22 Mei 2013 16:25 0Likes

    ass,,,
    saya ingin bergabung untk belajar dan menjiwain seni bela di kaopuera …
    mahon infa nya ya

  • dingga
    Posted 28 Juni 2013 22:17 0Likes

    boleh ikut gk bg? mohon infonya dong

    • Media Pijar
      Posted 4 Juli 2013 10:36 0Likes

      ikut apa nih?
      capoera?

      boleh saja, silahkan datangi sekretariat capoeranya ya 🙂

  • irsan
    Posted 20 Agustus 2013 19:37 0Likes

    bang.. aku mahasiswa usia 20th di UMSU, kalau mau gabung masih bisa gak ? dan syarat2nya apa aja bang termasuk biayanya ?? please give your reply brother, nd thanks

  • rozikin
    Posted 26 Desember 2013 22:14 0Likes

    pa saya berumur 17 thn mau ikutan latihan capoeira tapi tempatnya dimana ya

  • Topan
    Posted 27 Februari 2014 21:29 0Likes

    Ikutan ! Aku msh mudah 15th 😀
    di mana tempat’nya ??

Leave a comment