Alvira Rosa Damayanti

Pijar, Medan. Universitas Multimedia Nusantara (UMN) melalui sebuah organisasi komunikasi bernama Skystar Ventures, mengadakan webinar yang bertujuan untuk memperkenalkan profesi user experience (UX) writer kepada masyarakat luas.

Webinar yang mengangkat tema “The Guides and Journey to Become a Dependable UX Writer” ini diselenggarakan melalui Zoom, Selasa (30/11/21). Acara ini menghadirkan Sucahyo Sucipto, seorang UX writer lead DANA Indonesia sebagai pembicara.

Ia mengatakan, UX writer adalah salah satu profesi yang memiliki peran penting dalam membentuk karakteristik aplikasi atau situs web untuk saling berinteraksi dengan pengguna secara optimal.

“Berbicara tentang UX writer, enggak akan lepas dari UX-nya sendiri. UX writer itu, berada di bagian tentang mengajari skill apa saja yang kita butuhkan untuk seorang penulis,” ujar Sucahyo pada awal pemaparannya.

“UX writer itu juga membuat sebuah tulisan yang mudah dimengerti karena ini pendekatannya untuk pengguna,” lanjutnya kemudian memaparkan secara singkat, dasar apa saja yang harus dimiliki oleh UX writer.

Sucahyo Sucipto, selaku pembicara program startalk dalam penyampaian materinya pada (30/11/21) melalui aplikasi Zoom Meeting (Sumber Foto: Dokumentasi Pribadi)

Selain itu, Sucahyo juga menjelaskan perbedaan yang paling mendasar antara UX writer dan copywriter. Menurutnya, copywriter berperan sebagai penggiring konsumen untuk masuk ke dalam toko, sedangkan UX writer berperan sebagai pelayan yang menyambut tamu ketika masuk ke dalam sebuah toko tersebut.

“Mengetahui rahasia pembaca itu sangat penting. Salah satunya, pembaca hanya membaca 18 persen dari keseluruhan halaman yang telah dimuat. Jangan lupa juga untuk memperhatikan lokasi dan kultur pembaca. Itu penting,” jelasnya.

Kemudian, pada akhir sesi, Sucahyo mengatakan bahwa seseorang yang ingin menjadi UX writer tidak perlu mengkhawatirkan latar belakang pendidikan jika tidak pada bidang jurnalistik.

“Yang penting punya ketertarikan yang kuat dalam bidang jurnalistik, bahasa yang digunakan juga bergantung dengan produk perusahaan yang kita kerjakan. Jangan lupa banyak mencari inspirasi dan tentunya mencari banyak refreshing untuk mengembangkan ilmu,” tutupnya.

(Redaktur Tulisan: Rassya Priyandira)

Leave a comment