Hits: 44

Syah Hendra Mahadi

Pijar, Medan. Pernahkah kamu menunda melakukan sesuatu sehingga pekerjaan itu menumpuk sampai menit terakhir dan harus diselesaikan pada saat itu juga? Situasi ini bisa dialami ketika seseorang mengerjakannya saat mendekati deadline.

Istilah tenggat waktu (deadline) tentunya sudah tidak asing didengar. Deadline sendiri adalah waktu atau tanggal terakhir yang telah ditetapkan untuk menyelesaikan tugas atau proyek tertentu. Biasanya, suatu tugas harus selesai pada tenggat waktu atau bahkan lebih awal dari batas waktu yang telah ditentukan. Tenggat waktu ini berguna untuk membantu seseorang menargetkan kapan selesainya suatu tugas dari sekolah, pekerjaan kantor, atau proyek lainnya dalam kurun waktu tertentu.

Seseorang yang kerap mengerjakan tugas mepet deadline biasa disebut sebagai pemburu deadline atau deadliner. Istilah deadliner ditujukan pada individu atau sekelompok orang yang memiliki kebiasaan mengerjakan sesuatu saat mendekati tenggat waktu penyelesaian tugas. Umumnya, seorang pemburu deadline cenderung melakukan praktik mengambil tindakan untuk mengerjakan sesuatu ketika tenggat waktu semakin dekat.

Nah, apakah kamu termasuk ke dalam kelompok deadliner? Jika iya, sekarang waktunya bagi kamu untuk mulai menghentikan kebiasaan ini dengan mengembangkan kebiasaan positif, seperti membuat jadwal rutin untuk menyelesaikan tugas-tugas yang ingin dikerjakan secara bertahap. Jika perilaku yang berorientasi pada deadline terus dipertahankan maka akan memungkinkan bagi orang tersebut untuk mengalami kondisi stres atau gangguan mental dan emosional yang disebabkan oleh tekanan serta perasaan lelah.

Pengalaman menjadi deadliner misalnya dapat dirasakan oleh pekerja kantoran yang seringkali memiliki kecenderungan untuk begadang. Terkadang, kebiasaan tersebut juga dipengaruhi oleh ketergantungan mereka mengonsumsi minuman kopi yang disinyalir dapat menghasilkan kafein untuk membantu mereka terjaga. Namun, jika kebiasaan tersebut tetap dipertahankan dalam jangka waktu yang lama maka dapat memengaruhi turunnya kesehatan tubuh.

Di satu sisi, seorang deadliner sejati pernah berseru, “Tapi kalau tidak bekerja sesuai tenggat waktu, tidak asyik, kak!”

Perlu diingat bahwa setiap orang melakukan pendekatan terhadap tugas dan pekerjaan dengan cara yang berbeda. Dalam hal ini, setiap orang juga memiliki alasannya masing-masing mengapa mengerjakan sesuatu hal saat mendekati deadline.

Beberapa orang memang ada yang menyukai melakukan kebiasaan dengan meninggalkan segala sesuatu sampai menit terakhir atau tenggat waktu pekerjaannya. Namun, ada juga orang yang lebih terdorong oleh ide dan semangat saat tenggat waktu semakin dekat dan hal ini bukan disebabkan oleh sifat malas.

Meskipun begitu, di balik sisi negatifnya terdapat beberapa hal positif dari menjadi seorang deadliner. Dikutip dari idntimes.com, ada tiga hal keuntungan bagi deadliner.

Pertama, yakni melatih berpikir kritis. Seseorang yang dipaksa untuk bekerja mendekati waktu akhir membutuhkan solusi yang inovatif dan kreatif untuk menyelesaikan pekerjaannya sehingga pikiran akan termotivasi untuk memilih tindakan terbaik dari awal hingga akhir. Karena meskipun ide yang dipaksakan tidak selalu bekerja dengan sempurna, tetapi terkadang dapat memberikan hasil yang lebih baik.

Kedua, yaitu melatih tanggung jawab. Ketika kamu dipaksa melakukan sesuatu dengan waktu yang ketat, itu berarti kamu menghadapi tantangan yang jauh lebih besar. Ada peluang untuk gagal atau berhasil dalam segala hal yang akan dilakukan. Jadi, jika kamu telah memutuskan untuk menyelesaikan tugas-tugas di waktu akhir pengumpulan maka kamu pun harus mempertanggungjawabkan tugas tersebut sampai selesai.

Ketiga, yaitu melatih diri untuk berani mengambil risiko. Melakukan tugas atau pekerjaan sebelum batas waktu akan melatih kamu untuk lebih berani menghadapi kenyataan. Kamu harus mempersiapkan diri dengan adanya skenario terburuk yang tidak bisa diprediksi. Jadi, kamu pun harus mempersiapkan diri secara mental, fisik, keuangan, atau dengan cara lain untuk menyelesaikan atau memperbaiki kegagalan dan  kesalahan dalam segala hal yang dilakukan.

Lalu, menjadi seorang deadliner itu baik atau buruk, sih? Sebenarnya hal tersebut kembali ke masing-masing individu yang memandang apakah hal tersebut baik atau buruk.

Karena ada saja orang yang memang suka dengan hal yang yang sudah di ujung waktu pengumpulan, tetapi ada juga orang yang lebih menyukai mengerjakan tugasnya saat jauh-jauh hari sebelum waktu pengumpulan.

Tentang baik dan buruknya menjadi deadliner, semuanya kembali ke dirimu sendiri. Jadi, apakah kamu menyukai menjadi seorang deadliner?

(Redaktur Tulisan: Rani Sakraloi)

Leave a comment