Hits: 60
Chairunnisa Asriani Lubis
Pijar, Medan. Kejar Mimpi Talks oleh CIMB Niaga kali ini hadir bersama Ubah Stigma dengan mengangkat tema “Quarter Life Crisis dan Dampaknya dalam Mengejar Mimpi”. Kegiatan ini berlangsung pada Sabtu (28/8/2021) pukul 16.00-17.00 WIB melalui live Instagram @kejarmimpi.id. Dipandu oleh Aji Putra selaku admin dari @kejarmimpi.id, sesi talks menghadirkan Co-Founder Ubah Stigma yakni Emily Jasmine sebagai pembicara.
Quarter Life Crisis (QLC) adalah periode krisis dalam hidup seseorang yang biasanya dialami saat menuju pendewasaan, yaitu biasa dialami pada usia 18-30 tahun. Emily sendiri mendefinisikan QLC sebagai periode atau fase di mana orang-orang sedang mempertanyakan dirinya sendiri, baik itu dalam hal pendidikan, jati diri, karir, bahkan bertanya-tanya mengenai mimpi yang akan digapai.
“Fase QLC itu umumnya ada 4. Yang pertama lock in, kedua supration & time out, yang ketiga exploration, dan rebuilding. Aku contohin diri aku misalnya. Fase pertama itu kaya aku mulai nyadar, ini tuh kemauan aku bukan sih atau ini karir yang aku sukai atau tidak ya. Intinya mulai mengidentifikasi krisis. Terus di fase kedua itu kaya aku mulai menjauh dari karir aku karena aku udah sadar ini bukan passion aku. Lalu di fase ketiga itu kita mulai belajar dan nyari passion yang baru, eksplor dirilah. Terakhir itu rebuilding, yaitu kita udah mulai menempuh mimpi yang baru,” jelas Emily.

Selanjutnya, Emily menambahkan bahwa Quarter Life Crisis tidak harus selalu dipandang negatif tetapi dapat menjadi sesuatu hal yang positif.
“Justru ketika aku lagi di fase ketidakpastian ini, aku jadi malah termotivasi untuk mencari jati diri dan mengambil banyak kesempatan. Jadi sebenarnya kita tidak harus selalu menganggap QLC ini sebagai sesuatu yang menghambat kita tapi justru yang mendorong kita,” ujarnya.
Kompleksnya proses kehidupan memang sangat erat kaitannya dengan mimpi yang akan dicapai, terlebih terdapat krisis di dalamnya.
“Ketika sedang mengalami QLC jangan sekalipun berpikir mimpi itu tidak akan tercapai. Pertama, it’s okay kalau kalian tidak tau apa-apa. Kalian masih muda. Ini hanya proses. Yang kedua, perubahan itu tidak bisa dihindari. Artinya it’s okay kalau ada perubahan karir atau sebagainya. Jangan jadikan perubahan itu sebagai suatu kecemasan. Anggap aja sedang keluar dari zona nyaman. Jangan patah semangat, hadapi saja, dan yang terpenting yakin,” pungkas Emily sebagai penutup.
(Redaktur Tulisan: Tasya Azzahra)

