Grifin Angelina Tobing

Pijar, Medan. STEM merupakan istilah dari Bahasa Inggris untuk mengelompokkan pelajaran akademik yang merujuk pada Sains, Teknologi, Teknik, dan Matematika. Istilah ini biasanya dipakai saat melihat kebijakan sekolah untuk menunjang pengembangan sains dan teknologi.

Saat ini STEM sedang marak dikembangkan di Indonesia untuk mendukung peningkatan standar internasional dalam bidang teknologi dan sains. Akan tetapi, menurut hasil survei dari OECD (Organisation for Economic Co-operation and Development) pada tahun 2019 diperkirakan hanya 20% para periset di bidang sains, teknologi, dan inovasi yang merupakan kaum wanita. Dalam hal ini tendensi kaum wanita lebih memperlihatkan minimnya ketertarikan mereka akan bidang STEM. Dengan demikian, diperlukan lebih banyak upaya untuk menarik dan mempertahankan wanita berkarier di bidang STEM.

Mendengar hal itu, tiga wanita hebat yang sedang mendalami bidang STEM, yaitu Putry Yosefa Siboro, Rosni Lumbantoruan, dan Romauli Butarbutar membagikan pengalaman mereka dan mengajak para wanita Indonesia untuk berani mendalami bidang STEM. Bersama Bonapasogit Mengajar, mereka mengadakan sebuah virtual sharing session melalui Zoom meeting dengan tema “Perempuan Berani Belajar dan Berkarya di Bidang STEM” pada 11 April 2021.

Profil narasumber Sharing session “Perempuan Berani belajar dan berkarya di Bidang STEM”. (Sumber Foto: Dokumentasi Pribadi)

Banyak hal yang dapat dipelajari dalam STEM, seperti teknik komputer, teknik fisika, dan sebagainya. Akan tetapi, sangat disayangkan STEM didominasi oleh kaum laki-laki. Padahal, keberadaan wanita dalam bidang ini juga sangat diperlukan. Dari segi psikologi, wanita memiliki emosional yang lebih stabil serta kesabaran yang jauh lebih terkontrol dibandingkan laki-laki. Hal ini menjadi salah satu pentingnya peran wanita dalam bidang STEM untuk berani mengontrol dan mengatur tingkat emosional.

“Bidang STEM memerlukan inovasi baru. Untuk mendapatkankan inovasi itu, pasti banyak kegagalan. Nah, kita sebagai wanita, mampu menjaga emosi dan tidak gampang menyerah,” ucap Putry Siboro.

Selain itu, kini sudah banyak lembaga yang memberikan peluang lebih kepada kaum wanita yang ingin berkontribusi dalam bidang STEM. Pemberian beasiswa adalah salah satu bentuk upaya yang dilakukan untuk mencari wanita berani lainnya yang berkeinginan untuk mendalami bidang STEM. Bahkan universitas-universitas terkenal di seluruh dunia, memberikan jumlah yang besar bagi peserta beasiswa yang serius dalam bidang STEM ini. Sebagai contoh, Universitas Columbia, Amerika Serikat memberikan jaminan yang besar untuk mengembangan STEM.

“Peluang kita dalam mengakses bidang ini sangat besar. Hanya perlu dimulai dari niat kita sendiri,” tegas Rosti Lumbantoruan.

Hal yang tidak kalah penting, niat dan kerja keras sangat dibutuhkan jika ingin mendalami bidang STEM. Jatuh bangun akan selalu hadir, tetapi semangat dan pantang menyerah harus tetap dijaga. Dengan demikian, inovasi baru akan tercipta. Sehingga perkembangan sains dan teknologi bisa didapatkan.

(Editor: Erizki Maulida Lubis)

Leave a comment