Pemalas Bisa Menjadi Sukses

sumber foto : https://www.gramedia.com/

Arya Duta / Samuel Sinurat

“Jika anda mencintai apa yang anda lakukan maka ia tidak lagi menjadi sebuah pekerjaan, makin anda mencintai apa yang anda lakukan, anda akan semakin berkomitmen padanya secara spontan.” – Fred Gratzon

Pijar, Medan. Jika dilihat sekilas dari covernya, buku ini tampak seperti buku ringan yang biasa saja dan berjudul nyeleneh. Tapi kenyataannya tidak begitu, buku Malas Tapi Sukses merupakan buku yang dibuat begitu mendalam dan relate dengan kehidupan di masa sekarang. Walaupun isinya terdengar serius, namun dilengkapi dengan ilustrasi yang dibubuhi sedikit humor membuat buku ini asik dan tidak bosan saat membacanya.

Didalam buku Malas Tapi Sukses karya Fred Gratzon ini, kita disodorkan cara pandang baru tentang berbuat sedikit itulah sebenarnya yang menghasilkan lebih banyak. Fred ingin membuktikan kekeliruan pendapat yang selama ini lumrah diterima bahwa kesuksesan hanya lahir dari kerja keras.

Tentu saja hal tersebut sangat berhubungan dengan kesuksesan di masa sekarang. Dimana banyak orang beranggapan kerja keras itu adalah kerja dengan memakai tenaga fisik dan melakukan pekerjaan yang berat. Seperti buruh pabrik, kita akan melihat jelas ketika rajin, bekerja keras, dan melakukan pekerjaan yang berat maka belum tentu hasilnya sesuai dengan keinginan. Menurut Fred, kerja keras seperti itu tidak lah benar. Maksudnya, kerja keras dalam menciptakan suatu kegiatan tanpa harus membuang tenaga fisik adalah yang memiliki unsur-unsur cerdik atau kreatif yang timbul dari pikiran.

Pemalas yang ingin dijelaskan oleh Fred merupakan pemalas yang kreatif dan inovatif. Karena di masa sekarang teknologi serba instan, sehingga orang-orang kreatif tidak mau ambil repot. Mereka adalah manusia yang bekerja lebih banyak menggunakan akal pikiran (otak) dibanding tenaganya, jadi dia mampu menyelesaikan suatu pekerjaan tanpa perlu terlalu keras.

Seperti pekerjaan yang sedang naik di masa sekarang yaitu Influencer atau Content Creator. Mereka hanya perlu memiliki kreatifitas tinggi dan membuat konten yang menarik di berbagai media sosial. Dengan modal komunikasi dan kreatifitas yang baik, ia akan mendapat endorse dan profit yang sangat besar. Dan semua hal itu hanya melalui smartphone dan dilakukan di rumah. Mereka mampu mencari atau melihat celah kecil untuk sukses tanpa harus bersusah payah.

Fred juga memiliki prinsip utama dalam sebuah kesuksesan pekerjaan, yaitu kita harus mencari pekerjaan yang kita sukai. Ketika kita menyukai untuk melakukan pekerjaan itu, maka kita juga akan senang hati bekerja, bukan menjadi beban. Sehingga kreatifitas dan produktifitas otak kita juga akan meningkat. Tetapi hal ini juga selalu dibarengi dengan doa.

Jadi, terkadang bersikap malas juga merupakan hal yang perlu. Tidak jarang kita mendapatkan suatu ide atau gagasan ketika sedang bersantai atau menenangkan pikiran. Pembaca diajak untuk membuka pikirannya dengan pandangan bahwa bekerja dengan menggunakan kecerdasan (otak) juga jauh lebih efektif dan efisien dibanding dengan otot, karena pasti semua manusia memiliki jiwa kreatifitas dan inovasi-inovasi di dalam dirinya. Dan juga kesuksesan tidak hanya berasal dari kecerdasan saja, para pembaca juga diajak untuk tetap berdoa.

(Editor : Lolita Wardah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *