Hits: 36

Jennifer Francesca / Sherenika Azalia

“Lawan kata kemurungan bukanlah kebahagiaan tetapi, kemajuan. Cara untuk keluar dari kemurungan adalah dengan bergerak sedikit demi sedikit dan membuat perubahan.” – hal 284.

Pijar, Medan. Tumbuh menjadi orang dewasa, empat kata itu mungkin merupakan “mimpi indah” bagi para anak-anak dan remaja, karena rasa ingin tahu akan segala hal akan terkupas di masa ini. Banyak orang dengan pengalaman masa kecil yang tidak menyenangkan berharap bahwa segalanya akan usai dan membaik ketika mereka beranjak dewasa.

Namun, yang terjadi bisa saja kebalikannya, “mimpi buruk” karena sudah mengetahui peran saat dewasa yang sesungguhnya. Mengemban tanggung jawab, munculnya rasa takut dan rasa lelah, dan putus asa tentunya sungguh berat bagi beberapa orang.

Kupikir Segalanya Akan Beres Saat Aku Dewasa adalah buku yang membahas mengenai kesehatan mental yang kerap menyerang orang-orang dewasa, seperti burnout syndrome, anxiety, depresi dan lainnya, serta langkah awal yang sebaiknya dilakukan jika terdiagnosa hal tersebut.

Buku self-improvement ini terbit pertama kali pada 2019 di Korea Selatan dan mendapat banyak perhatian, sehingga diterjemahkan ke dalam beberapa bahasa dan salah satunya adalah bahasa Indonesia.

Kim Haenam dan Park Jongseok adalah sosok yang menulis buku ini. Keduanya merupakan tim pakar psikoanalisis yang ingin berbagi pengetahuan dan bercerita kepada orang-orang yang memiliki masalah psikologis, dengan harapan dapat membantu mereka sembuh dan menemukan “pintu harapan”.

Buku ini dikemas dengan menuangkan berbagai kisah yang mengundang rasa iba, haru, dan bangga dengan menggunakan bahasa yang mudah dipahami atau easy to read. Kisah-kisah tersebut tak jarang ditemukan dalam kehidupan sehari-hari, sehingga pembaca akan lebih mudah memahaminya. Cara penyampaian penulis yang bersahabat dan tidak terkesan menggurui pembacanya juga membuat buku ini sangat menyenangkan untuk dibaca.

“Depresi bukanlah lubang, tetapi terowongan. Di akhir terowongan itu, sinar terang menunggu. Oleh karenanya, betapapun menderita dan terganggunya Anda, jika Anda tidak kehilangan semangat, Suatu saat hari itu pasti akan datang. … Karena itu, suatu saat jika Anda bertemu kemurungan, jangan panik dan menghindarinya, tapi sapalah ia dengan berani. Dengan begitu, Anda dapat berpisah dengan kemurungan itu secara sehat.” – hal 12.

Salah satu topik bahasan dari buku setebal kurang lebih 300 halaman ini adalah tentang burnout syndrome, sebuah gangguan psikologis yang membuat penderitanya merasa lemas, tidak bersemangat, menjadi lebih sensitif, dan tidak mampu melakukan rutinitas seperti biasanya.

Burnout syndrome bukanlah penyakit yang resmi didiagnosis, melainkan campuran dari bentuk depresi ringan seperti maladaptasi dan stres mendadak. Sindrom yang satu ini biasanya dialami oleh para pekerja atau pelajar yang kewalahan dengan segala tanggung jawab mereka.

“Meskipun orang lain berlari cepat dan berusaha sekuat tenaga, itu adalah usaha mereka. Jika mereka berlari dengan kencang dan jatuh pada suatu hari, itu tidak akan membuat Anda terbangun, dan jika Anda terjatuh karena mengikuti kecepatan mereka, tidak akan ada yang membangunkan Anda pula.” – hal 74.

Ketika sudah merasa lelah, kita bisa memilih untuk beristirahat sejenak dan memelankan kecepatan tanpa membandingkan kecepatan diri sendiri dengan orang lain. Tetap santai dan memperhatikan laju, tetapi tidak melalaikan kewajiban atau tanggung jawab.

Segala bentuk keresahan dan ketidaknyamanan yang dirasakan merupakan gejala dari penyakit psikologis yang muncul ketika hidup mulai berjalan tidak sesuai ekspektasi. Kunci dari menyembuhkan hal ini adalah mulai menerima keadaan dan meyakini diri bahwa penyakit itu bukanlah penghalang bagi kita untuk menjalankan hidup dengan lebih baik lagi.

Kupikir Segalanya Akan Beres Saat Aku Dewasa bisa ditemukan di toko buku Gramedia. Dengan kehadiran buku ini, diharapkan pembaca dapat lebih terbuka akan pentingnya kesehatan mental di era yang serba cepat dan modern serta meningkatkan rasa peduli terhadap diri sendiri dan orang sekitar.

(Redaktur Tulisan: Marcheline Darmawan)

Leave a comment