Deswita Fajarani / Intan Husnul Khatimah

Pijar, Medan. Mungkin kita sudah tidak asing lagi dengan nama Martha Tilaar. Seorang perempuan mandiri dan sosok pemimpin yang dapat memberdayakan masyarakat. Perempuan ini sangat dikenal berkat keberhasilannya dalam mendirikan PT. Martino Berto Tbk, sebuah perusahaan kecantikan ternama dengan produknya yang dikenal sebagai Sariayu Martha Tilaar.

Anak pertama dari tiga bersaudara ini lahir dengan nama Martha Handana di Gombong, Kebumen, Jawa Tengah, 4 September 1937. Martha Tilaar merupakan salah satu pengusaha Indonesia yang bergerak di bidang kosmetik dan jamu tradisional Indonesia dengan merek dagang Sariayu yang menggunakan bahan-bahan  dari alam Indonesia.

Ketertarikannya dengan dunia kecantikan dimulai ketika sang Ibu menegurnya sewaktu kecil karena memiliki kepribadian yang bisa dibilang tomboi dan menitipkannya pada seorang ahli kecantikan tradisional yang berada di Yogyakarta.

Begitu panjang perjalanan Martha Tilaar dalam membangun brand kosmetik yang terkenal di Indonesia sekarang ini. Mulai dari mengajar di Sekolah Dasar, kuliah kecantikan di Academy of Beauty Culture, Bloomington, Indiana, Amerika Serikat, bekerja di Campes Beauty Salon, Universitas Indiana, Amerika Serikat, membuka praktek salon kecantikan, lalu kembali ke Indonesia dan membuka Martha Salon dengan ukuran 6×4 meter di Jakarta yang bermodalkan satu juta rupiah pada tahun 1970. Ia pun sempat ke Eropa untuk belajar ramu-ramuan yang pada akhirnya mendirikan PT. Sari Ayu Indonesia pada tahun 1983 dengan mendapatkan banyak penghargaan.

Sudah banyak sekali penghargaan yang telah diraihnya, beberapa di antaranya ialah sebagai Doktor Kehormatan (Honoris Causa) dalam bidang “Fashion and Artistry” dari World University Tuscon, Arizona, Amerika Serikat tahun 1984, American Gold Star Award for Quality, Madrid, Spanyol tahun 1987, Penghargaan Redmod-Indonesia Mode Development tahun 1994, Penghargaan The Leading Women Enterpreneurs of The World dari Star Group, Monako pada bulan April 1999 dan masih banyak penghargaan lainnya.

Martha Tilaar memulai karirnya di negeri asing ini memiliki tiga role model dalam hidupnya yang menjadi sosok inspirasinya selama ini. Pertama ialah ibunya yang sudah mengajarkan kepribadiannya dengan penuh kesabaran. Kedua ialah sosok Kartini karena telah berani membuat suatu gebrakan untuk perempuan Indonesia, dan yang terakhir ialah Mother Teresa.

Tidak ada kesuksesan yang instan. Skill adalah hal wajib yang harus dimiliki seseorang untuk dapat mencapai kesuksesan. Bagi Martha, kesuksesan itu tidak bisa diraih dari orang lain, tapi dari diri sendiri. Jika gagal, jangan menyalahkan orang lain.

Ia juga mendirikan Yayasan Martha Tilaar untuk mendidik banyak perempuan Indonesia tentang kecantikan sebagai bentuk kepeduliannya terhadap perempuan. Tujuannya agar mereka mengerti kecantikan sehingga bisa merawat diri. Perempuan adalah pemersatu yang sangat besar perannya bagi keutuhan bangsa. Karena itu ia tak ingin perempuan terbelakang dalam soal pendidikan.

Bagi Martha, di era modern seperti sekarang makna emansipasi bukan semata-mata dimaknai untuk memeroleh persamaan hak dengan kaum pria. Melainkan jauh lebih besar dari itu. “Sebenarnya yang perlu dituntut kaum perempuan bukan hanya persamaan hak, tapi juga hak memilih dan menentukan nasib sendiri” tutur Martha Tilaar.

Sosok Ibu dengan empat anak ini juga merupakan Kartini yang sangat menyayangi keluarganya. Nilai-nilai kebaikan yang dulu diajarkan oleh suaminya pun diteruskan kepada anak-anaknya. Tidak salah lagi kan kalau beliau dijuluki sebagai sosok Kartini?

(Editor: Rassya Priyandira)

Leave a comment