Hits: 18
Diva Vania / Fitriani
Pijar, Medan. Setelah berhasil menyelenggarakan Ekspedisi 28 Gunung Indonesia dalam memperingati hari sumpah pemuda 2017 lalu, kali ini Eiger bersama Kelompok Mahasiswa Pencinta Alam (KOMPAS) Universitas Sumatera Utara (USU) telah menyelenggrakan Talkshow Ekspedisi 28 Gunung Indonesia di kampus USU.
Medan merupakan salah satu kota yang dikunjungi Eiger untuk menyelenggarakan acara ini. Acara yang digelar pada Rabu (21/3) tepatnya pada pukul 14.00 WIB ini bertempatan di Gelanggang Mahasiswa USU. Acara ini berhasil mengundang antusias ratusan mahasiswa dan masyarakat umum untuk menjadi peserta.
Acara ini menghadirkan tiga pemateri yang sangat luar biasa, yaitu Djukardi “Bongkeng” Ardian, Galih Donikara dan Fiersa Besari. Tidak hanya itu, talkshow ini juga dimeriahkan oleh beberapa tarian daerah dan juga musik tradisional yang membuat suasana semakin meriah.
Galih Donikara selaku ketua ekspedisi ini menyampaikan, “Ekspedisi ini bertujuan untuk memaknai sumpah pemuda, menumbuhkan kecintaan terhadap tanah air, membuka ruang informasi bahwa Indonesia kaya akan keanekaragaman hayati dan kawasan tropis yang beragam serta mempererat hubungan antara sesama pemuda pemudi di berbagai wilayah Indonesia”.
Widya selaku ketua Umum KOMPAS USU juga berharap dengan terselenggaranya acara ini, “Kita sebagai masyarakat Indonesia harus memiliki karakter, terutama bagi mahasiswa USU dalam menjaga dan mencintai lingkungan itu sendiri.”
Acara semakin seru dengan adanya beberapa hadiah yang diberikan oleh Eiger, mengingat hari itu juga merupakan Hari Puisi Sedunia dan Hari Hutan Internasional. Fiersa Besari mencoba memberikan tantangan kepada para peserta untuk membacakan puisi dan satu orang peserta berhasil memenangkannya.

(Fotografer: Diva Vania)
“Acara yang sangat bagus dan juga menambah kecintaan saya terhadap alam. Kita semua sebagai mahasiswa harus bisa belajar untuk menciptakan alam,” Ucap Sridayanti salah satu peserta.
Kegiatan ini terselenggara atas kerjasama PT. Eigerindo MPI, KOMPAS USU dan juga dengan Universitas Sumatera Utara. Dengan adanya kegitan ini peserta diajak untuk lebih peduli terhadap lingkungan sekitar.
“Diatas Ketinggian Gunung ada kerendahan hati, mari kita tunjukan kerendahan hati dan kecintaan kita terhadap bumi ini,” Tutup Galih
(Redaktur Tulisan: Nadia Lumongga Nasution)

