Hits: 20
Rizka Aulia Maghfira
Pijar, Medan. Masyarakat Indonesia, terkhusus anak muda, merupakan pengguna aktif internet dan media sosial. Saat ini, terdapat berbagai macam media sosial yang dapat digunakan oleh masyarakat Indonesia. Bila ingin membagikan foto bisa melalui Instagram atau Facebook, bila ingin melihat berita bisa menggunakan LINE, Facebook, atau YouTube, dan bagi masyarakat yang menggandrungi video, tentu sasaran utama mereka adalah YouTube.
Namun, akan sangat sulit bagi pemula yang ingin membuat video untuk bersaing di kanal video sebesar dan sekompleks YouTube. Melihat hal itu, seorang pemuda bernama Adi Sariatmadja membuat sebuah kanal video, yang bersedia mewadahi karya kreatif masyarakat Indonesia, dengan berbagai macam kemudahan yang tidak didapat di kanal video lainnya. Lahirlah Vidio.com, sebuah website hasil karya anak bangsa, yang memberikan kemudahan terhadap kreator muda untuk unjuk gigi dalam kekreatifannya dalam membuat video.
Didirikan pada Oktober 2014, kini Vidio.com berkembang dengan baik, hal tersebut dibuktikan dengan semakin banyaknya kreator yang membuka channel di Vidio.com. Tak hanya para kreator, Vidio.com juga bekerjasama televisi seperti SCTV dan Indosiar agar konten-konten di Vidio.com lebih beragam. Terdapat berbagai macam konten yang bisa ditonton oleh masyarakat Indonesia di kanal video ini, seperti Entertainment, Funny, News, Sport, Vlog, Music, Sinetron, Film & Series, Horor, Lifestyle, Kids, dan Webtoon.
“Kalo temen-temen semua jadi content partner Vidio.com, banyak hal yang bakalan temen-temen semua dapetin. Kita juga punya rules yang bisa menguntungkan para content partner kita. Misalnya kalau temen-temen akunnya sudah verified, yaitu memiliki sekurang-kurangnya 5 konten video dan telah mencapai jumlah total Play minimal sebanyak 5000 kali, temen-temen bisa minta bantuan kita untuk ngepromosiin channel kalian di media sosial yang kami punya,” jelas Aris Dianto dari Vidio.com dalam acara Sharing Session di Kota Medan beberapa hari yang lalu.
Selain itu, proses monetized juga cukup mudah. Monetized dalam hal ini adalah pemberian nilai tambah dalam suatu konten, yang dapat berupa pemasangan spot iklan digital atau lainnya, yang bernilai ekonomis. Nantinya, si pemilik konten tersebut akan mendapat komisi dari monetized yang ada, sesuai dengan perjanjian dengan Vidio.com.
Dengan kemudahan yang diberikan oleh Vidio.com, Vidio.com berharap masyarakat Indonesia khususnya anak muda yang masih memiliki jiwa yang fresh, ide yang unik dan kreatif, serta masih memiliki kemampuan dalam berkarya, agar terus berkarya dalam menelurkan ide-idenya kedalam sebuat video digital, yang nantinya siap ditayangkan di Vidio.com.
Walaupun masih seumur jagung, Vidio.com sudah memiliki cita-cita yang besar untuk Tanah Air. Hal ini dibuktikan dengan diadakannya sharing session di kota-kota yang ada di Indonesia untuk mengajak para pemuda Indonesia untuk berpikir kreatif dan berkarya. Karena Vidio.com yakin bila pemuda Indonesia sudah maju di bidang berbasis internet, Indonesia akan bisa menyaingi negara-negara maju lainnya. Namun, di umur yang masih belia, tentu saja Vidio.com masih punya kekurangan dibeberapa hal salah satunya adalah pada durasi video yang dapat di upload oleh content partner. Durasinya tidak lebih dari 4 menit, namun apabila channel-nya sudah verified dan memiliki Play yang cukup banyak, content partner dapat menghubungi langsung pihak Vidio.com untuk meminta perpanjangan durasi pada videonya.
“Kalau jadi creator itu yang penting adalah inovasi dalam berkarya dan tentu aja gak pernah jenuh dalam menghasilkan video-video unik dan menarik. Hal-hal seperti itu yang nantinya kalian akan dinanti-nanti oleh para penonton setia kalian. Kalau kalian secara terus menerus menghasilkan video, gak ada yang gak mungkin suatu saat channel kalian bisa menyamai channel-channel yang sudah lebih lama berkiprah di dunia ini,” ujar Christ Hutagalung dari VIP Production yang turut memberikan materi pada Sharing Session Vidio.com.
Redaktur : Maya Andani

