Chikita Putri Liani

Pijar, Medan. Sobat Pijar merasa bosan menikmati susu sapi yang gitu-gitu saja? Jangan khawatir, susu sapi ternyata tak hanya nikmat diminum langsung tapi juga nikmat untuk dijadikan aneka olahan minuman, salah satunya yoghurt. Siapa yang tak mengenal yoghurt? Yoghurt merupakan salah satu olahan susu yang diproses melalui fermentasi dengan penambahan kultur organisme yang baik, seperti bakteri asam laktat. Saat ini sudah banyak produk yoghurt olahan pabrik yang beredar di pasaran. Tapi bagaimana dengan yoghurt olahan rumah? Untuk di kota Medan sendiri, produk olahan rumah berupa yoghurt masih merupakan hal baru yang belum terlalu banyak dikenal oleh masyarakat. Salah satu orang yang memiliki ide menarik ini adalah Susi Aisyah.

Es Yoher Teh Usi, begitulah Susi menyebut yoghurt buatannya. Susi mendapat keahlian membuat yoghurt dari Ibu Lia Dahlia ketika ia berada di Bandung. Susi belajar keahlian tersebut sejak Desember 2013. Awalnya, wanita yang pada saat itu merupakan salah satu Calon Legislatif dari sebuah partai ini tidak pernah berniat untuk membuat bisnis yoghurt melainkan bisnis makanan olahan tanpa MSG. Namun semua mengalir begitu saja. Wanita lulusan Institut Pertanian Bogor ini mengikuti prinsip hidupnya yaitu ‘kemanapun kaki melangkah, kita belajar’. Dengan keterampilan membuat yoghurt yang telah ia miliki dan juga alat-alat yang mendukung akhirnya Susi memulai bisnis yoghurt rumahannya ini pada Juni 2014.

Kelebihan dari Es Yoher ini tentu saja dari produknya yang asli buatan rumah sehingga rasanya pun pasti berbeda dengan produk yoghurt olahan pabrik. Jika mendengar kata yoghurt kita pasti langsung berpikir bentuknya itu kental dan asam. Namun berbeda dengan yoghurt yang satu ini. Es Yoher Teh Usi bentuknya cair seperti susu, bisa dikonsumsi dalam keadaan cair atau dalam bentuk es yang telah didinginkan. Apalagi buat Sobat Pijar yang tidak terlalu kuat dengan tingkat keasaman yang tinggi, yoghurt ini cocok dikonsumsi karena rasa susunya yang cukup dominan. Bahan-bahan yang digunakan pun adalah bahan-bahan pilihan yang kualitasnya tentu saja terjamin dan lebih sehat karena diolah dengan proses manual sehingga tidak merusak kandungan gizinya.

Untuk proses pembuatannya tidak berbeda dengan pembuatan yoghurt lainnya, yaitu melalui proses fermentasi yang berlangsung minimal 7 jam atau lebih. Proses pembuatan yoghurt tidak dilakukan Susi setiap hari tetapi hanya ketika ia memiliki waktu kosong. Seluruh proses pembuatan ia lakukan sendiri. Terkadang juga dibantu oleh anak-anak dan suaminya. Dalam sekali produksi, Susi dapat mengolah sekitar 5 liter susu sapi murni menjadi yoghurt. Kemudian ia mengemas yoghurt nya ke dalam kemasan kecil yang isinya kurang lebih 50 ml. Saat ini Susi menjual dalam empat varian rasa, plain (yoghurt tanpa rasa tambahan), strawberry, durian, dan pandan. Pemasarannya untuk saat ini masih dari mulut ke mulut dan melalui media sosial Facebook. Selain itu, Susi juga memiliki dua reseller yang membantunya memasarkan Es Yoher ini.  

Susi membandrol yogurt buatannya dengan harga Rp. 2000,- per kemasan kecil. Harga tersebut dianggap mahal bagi orang awam yang kurang memahami yoghurt. Namun, bagi orang yang mengerti betul dengan proses pembuatan dan manfaat yoghurt, harga tersebut dianggap pantas dan tidak mahal. “Yang penting bagi saya sekarang adalah saya berbuat, saya bekerja, kalau ada yang suka itu kebahagian tersendiri buat saya. Kalau masalah untung, masalah uangnya itu saya punya keyakinan sendiri untuk masalah itu,” ujar Susi ketika ditanya mengenai keuntungan yang diperoleh. Bagi ibu dari empat orang anak ini, ada kebahagian tersendiri jika ia mampu menyebarkan sedikit kesehatan dengan yoghurt yang ia buat.

Yoghurt memiliki banyak manfaat yang baik untuk tubuh. Bila dikonsumsi secara rutin, yoghurt mampu menghambat kadar kolesterol dalam darah karena minuman ini mengandung laktobasilus. Selain itu, yoghurt juga dapat meningkatkan daya tahan tubuh karena mengandung banyak bakteri baik, sehingga secara otomatis dapat menyeimbangkan bakteri jahat yang terdapat dalam tubuh. Dengan sekian banyak manfaat yang dimilikinya, sobat Pijar bisa mulai melirik yoghurt untuk menjadi minuman yang rutin dikonsumsi setiap hari.

   

 

Leave a comment