Hits: 31

Muhammad Fikri Haikal Saragih

Pijar, Medan. Siapa yang tidak kenal dengan Mochi? Kue beras khas negara Jepang ini memiliki cita rasa unik dan digemari oleh banyak orang dari berbagai kalangan. Mochi sudah dikenal di berbagai negara dan dibuat dengan versi yang berbeda sebagai camilan. Makanan ini juga tergolong sebagai hidangan spesial bagi masyarakat Jepang karena biasa disajikan pada acara atau perayaan seperti pernikahan dan tahun baru.

Dilansir dari tempo.co, mochi sudah menjadi bagian dari budaya dan sejarah Jepang sejak masa prasejarah atau periode Jomon (14.000-300 SM) ketika praktik penanaman padi meluas di Jepang. Tepatnya di periode Nara pada 710-794 M, mochi mulai menyerupai makanan yang kita kenal saat ini. Selama periode Heian (794-1185 M), kudapan ini menjadi populer di kalangan bangsawan Jepang. Sejak saat itu, mochi pun kerap disajikan pada acara dan perayaan tertentu.

Jepang memiliki metode khusus dalam pembuatan kue beras ketan satu ini. Mochi biasanya dibuat secara tradisional, yaitu menumbuk beras ketan dengan keras hingga menjadi adonan yang lengket. Beras ketan matang tersebut ditumbuk menggunakan sebuah palu kayu tradisional. Namun, saat ini, sudah banyak mochi yang diproduksi menggunakan teknologi modern.

Rasa yang manis, kenyal, dan gurih menjadi ciri khas dari mochi. Berbagai varian isian turut menambah sensasi kelezatan di mulut. Begitu beragam isiannya sehingga ada yang disajikan dengan olahan atau bahan tradisional dan juga modern. Isian tradisional yang disajikan biasanya berupa pasta kacang hijau, kacang merah, dan kastanye. Sedangkan, untuk varian modern diberi isian cokelat, keju, hingga es krim. Selain itu, hidangan ini juga dapat dinikmati dalam beragam bentuk. Ada yang berbentuk bulat, persegi, gulungan (roll), hingga animasi.

Meskipun satu mochi terbilang kecil, tetapi kudapan manis ini dapat mengenyangkan karena mengandung komposisi utama dari beras ketan. Tidak hanya itu, mochi dinilai sangat sehat untuk tubuh karena menjadi salah satu sumber karbohidrat dan protein yang bebas dari gluten serta kolesterol. Mochi juga memiliki kandungan serat tinggi dari isian kacang-kacangan sehingga memberikan nutrisi yang baik bagi tubuh.

Sebenarnya, ada banyak jenis mochi di Jepang. Beberapa diantaranya adalah Kagami, Warabi, Sakura, Kashiwa, dan sebagainya. Namun, ada satu jenis mochi Jepang yang tengah populer saat ini di media sosial, yakni Daifuku. Pada umumnya, Daifuku Mochi memiliki tekstur yang sama dengan jenis mochi lainnya, tetapi memiliki ciri khas isian kacang merah yang disisipi buah stroberi di dalamnya.

Mochi telah menjadi makanan yang tenar di seluruh dunia. Dengan kepopulerannya, mochi sangat disukai hingga menyebar dan diproduksi di berbagai negara, termasuk Indonesia. Tekstur unik dan rasa yang menarik menjadikan mochi sebagai hidangan yang harus dicicipi saat liburan ke Jepang.

Saat ini, mochi di Indonesia biasa dijadikan buah tangan khas Sukabumi maupun Semarang. Dengan begitu, melalui berbagai varian yang menggugah selera, kamu tidak perlu jauh-jauh untuk mencoba kenikmatan dari camilan kenyal nan manis asal Jepang ini.

 

(Redaktur Tulisan: Rani Sakraloi)

Leave a comment