Hits: 8
Zakiyah Rizki Sihombing/ Riska Lie/ Natalia Christine
Pijar, Medan. Senin, 01 Desember 2014 bertepatan dengan hari HIV/AIDS sedunia, volunteer unit SaHIVa Universitas Sumatera Utara menggelar kampanye di berbagai titik di lingkungan kampus USU. Tak hanya dari SaHIVa, kampanye ini juga dihadiri perwakilan dari beberapa siswa/I SMA di kota Medan serta perwakilan dari masing-masing UKM yang ada di USU.
Kampanye diimulai pada pukul 13.00 di sekretariat unit SaHIVa menuju Fakultas Hukum, Sumber, FIB, Pintu 1 lalu berakhir di depan biro rektor USU. Di setiap titik para peserta kampanye menjelaskan mengenai HIV, cara penularan dan pencegahannya agar pendengar dapat menjadikan informasi tersebut sebagai masukan yang kemudian disampaikan kepada masyarakat lainnya.
Penyakit HIVAIDS yang bisa tertular lewat air liur, berhubungan intim, pemakaian narkoba dan transfusi darah ini ternyata telah memakan banyak korban. Di kota Medan sendiri terdapat ratusan penderita. Obat penyembuhan yang tidak ditemukan membuat penderita semakin sulit untuk bertahan, mereka hanya mampu mengandalkan obat penekanan virus sebagai alat pelambat berkembangnya virus tersebut.
Setelah memberikan tanda tangan pada baliho kampanye HIV AIDS di depan kantor biro rektor USU, Haris Wijaya, S.Sos., M.Comm selaku Staf Rektor USU yang juga dulu pernah menjadi volunteer HIV AIDS mengatakan, “Virus HIV terus berkembang dan siapa saja bisa terkena penyakit berbahaya itu, tetapi meskipun demikian jangan jangan pernah berikan selamat kepada para penderita tapi berilah mereka semangat.”
Acara yang mengusung tema “Cegah dan Lindungi Diri, Keluaraga, Masyarakat dari HIV dan AIDS dalam rangka Perlindungan HAM” tersebut dimeriahkan oleh dresscode hitam- merah yang dikenakan oleh para volunteer. Beberapa diantaranya juga menampilkan aktor-aktor tiruan dari penderita HIV AIDS.
Kemeriahan kampanye HIV AIDS itu juga tidak lain berkat kerja keras para panitia penyelenggara. Dalam wawancara singkat, Sausan selaku bagian dari kepanitian acara ini mengatakan, “Acara seperti ini sebenarnya kami lakukan setiap tahun, tapi dengan cara yang berbeda-beda. Gunanya agar kita semua tidak menjauhi para penderita HIV AIDS karena mereka bukan untuk dijauhi tapi dilindungi.”
Acara ditutup oleh pembacaan puisi dari dua orang volunteer unit SaHIVa di depan para peserta kampanya dan diakhiri dengan tepuk tangan yang meriah.

