Muhammad Irfan Batubara

Pijar, Medan. Pasca terpilihnya Dr. Fauzi sebagai Ketua Umum Persatuan Sepakbola Medan dan Sekitarnya (PSMS) yang baru pada Desember silam, PSMS segera membenahi diri. Pasalnya, PSMS sempat mengalami dualisme kepengurusan sebelumnya. Dr. Fauzi bersama Syukri Wardi sebagai Direktur Utama PT. Pesemes Medan, mempersiapkan rapat untuk memilih pelatih PSMS yang baru. Bertempat di Mess Kebun Bunga Medan, dua kepala besar PSMS beserta pengurus lainnya mengadakan rapat membahas pemaparan presentasi visi dan misi calon pelatih secara tertutup.

Jumat pagi (10/1) menjadi hari bersejarah bagi PSMS Medan. Teka-teki mengenai siapa yang akan menduduki kursi pelatih tim PSMS Medan terjawab sudah. PT. Pesemes Medan menunjuk Edy Syahputra menjadi komandan tim sepakbola kebanggaan Medan ini. Edy dipilih melalui acara pemaparan dan presentasi visi dan misi calon Pelatih PSMS Medan di Aula Universitas Panca Budi Medan. Edy resmi memimpin tim yang berjuluk Ayam Kinantan ini dalam mengarungi Kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia Tahun 2014.

Dr. Fauzi bersama Syukri Wardi sebagai Direktur Utama PT. Pesemes Medan, mempersiapkan rapat untuk memilih pelatih PSMS yang baru. | Foto : Irfan Batubara

Acara tersebut dihadiri oleh mahasiswa, jurnalis, suporter dan masyarakat kota Medan yang peduli terhadap PSMS. Dihadapan mereka, Direktur Utama PT. Pesemes Medan, Syukri Wardi, mengaku kegiatan ini digelar untuk lebih mendekatkan pengurus dengan masyarakat Kota Medan. Selain itu pula sebagai penegasan bahwa PSMS Medan sejatinya adalah milik masyarakat Medan bersama, bukan milik pengurus.

“ PSMS ini milik kita bersama dan untuk saat ini kita belum boleh jual beli saham, karena PT. Pesemes Medan belum berjalan dan itu minimal 3 tahun baru boleh. Untuk saat ini kami (pengurus- red) membuka kepada siapa saja untuk mendaftar saja dahulu kepada Sekum untuk dibuatkan aktenya yang disaksikan notaris,” tegasnya.

Dengan ditetapkannya Edy Syahputra menjadi pelatih kepala yang baru, Edy harus segera membentuk tim untuk persiapan Kompetisi Divisi Utama mendatang. “saya belum bisa ngasih bocoran pemain mana yang direkrut, kita akan membuka seleksi pada hari senin (13/1) ini di Stadion Kebun Bunga, dan para pemain seleksi hanya diikuti oleh 40 tim di bawah PSMS Medan, namun tidak menutup kemungkinan pemain profesional lain juga boleh bergabung ke dalam seleksi,” pungkas mantan pemain PSMS Medan tersebut.

Menjadi tim yang profesional bukanlah hal yang mudah. Terlebih bagi PSMS sebagai  salah satu tim, dari sekian banyak tim di Indonesia yang masih harus ‘merangkak’ untuk dapat menghidupi diri. Sulitnya mencari sponsor dan menunggaknya gaji para pemain, pelatih dan official tim, menjadi beban berat yang harus ditanggung. Walaupu begitu, tidak ada salahnya bagi PSMS untuk terus bermimpi dan berusaha. Dengan terbentuknya pengurus yang baru, diharapkan dapat mengembalikan kejayaan Persatuan Sepakbola Medan dan Sekitarnya (PSMS) seperti dahulu lagi.

Leave a comment