Hits: 67

Reny Elyna

Pijar, Medan. Kurun waktu 2021-2026 Universitas Sumatera Utara (USU) terus mengoptimalkan upaya internasionalisasi kampus. Dikutip dari usu.ac.id, rektor USU menjelaskan selama 5 tahun ini telah mengupayakan untuk melakukan transformasi di USU dengan mengedepankan semangat “Transformation Towards Ultimate” untuk meningkatkan level USU ke tahap internasional.

Internasionalisasi kampus merujuk pada upaya universitas atau perguruan tinggi untuk mengintegrasikan dimensi internasional ke dalam kurikulum, penelitian, pengajaran, dan kegiatan kampus secara umum. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan penelitian, memperluas wawasan dan pengalaman mahasiswa serta staf akademik, dan meningkatkan reputasi universitas secara global.

Hal ini juga tampak pada Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Politik (FISIP) khususnya Program Studi Ilmu komunikasi, upaya internasionalisasi sudah direalisasikan pada pembelajaran semester genap ini. Penggunaan bahan ajar berbahasa inggris hingga program pertukaran pelajar dan kesempatan belajar ke luar negeri adalah salah satu upaya penunjang internasionalisasi kampus.

Salah satu Dosen Program Studi Ilmu Komunikasi, Maulana Andinata Dalimunthe menjelaskan bahwa program internasionalisasi ini bukan hanya sekadar penggunaan bahasa Inggris saja melainkan juga mendorong mahasiswa agar terus maju dan berkembang hingga ke kancah internasional.

Kendati demikan, Ia juga menerangkan bahwa masih terdapat kendala dalam proses internasionalisasi ini sendiri di Program Studi Ilmu komunikasi FISIP USU.

“Dalam internasionalisasi ini sendiri masih sedikit terkendala, contohnya adaptasi kembali untuk para dosen,” ujarnya.

Mubina, salah satu mahasiswa yang mendapatkan kesempatan untuk dapat mengikuti program belajar ke Selangor, Malaysia juga menjelaskan program internasionalisasi ini merupakan program baru dari rektor USU dan masih terdapat beberapa kendala yang menghambat keberangkatan pada semester ganjil yang lalu.

“Program dan akses belajar ke luar negeri ini merupakan program pertama untuk upaya internasionalisasi, dimana prosesnya memakan biaya dan waktu yang cukup banyak. Awalnya untuk keberangkatan dilaksanakan di semester ganjil yang lalu. Namun, rencana tersebut batal dikarenakan kurangnya persiapan,” ungkapnya.

(Redaktur Tulisan: Naomi Adisty)

Leave a comment