Antusiasme mahasiswa terlihat dari banyaknya kantong darah yang berhasil dikumpulkan Palang Merah Indonesia (PMI) yaitu sebanyak 60 kantong darah. Kegiatan tersebut tidak hanya diikuti oleh mahasiswa saja tetapi juga sejumlah dosen dari berbagai jurusan di FISIP USU. Foto: Imajinasi FISIP USU

Pijar,Medan. Donor darah diadakan di halaman depan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara (FISIP USU)  pada Kamis, 23 Mei 2013 lalu. Acara tersebut merupakan acara yang diselenggarakan oleh Divisi Rohani Buddha Ikatan Mahasiswa Departemen Ilmu Komunikasi (IMAJINASI) dalam rangka memperingati hari Waisak yang jatuh pada hari ini yaitu tanggal 25 Mei 2013.

Antusiasme mahasiswa terlihat dari banyaknya kantong darah yang berhasil dikumpulkan Palang Merah Indonesia (PMI) yaitu sebanyak 60 kantong darah.  Kegiatan tersebut tidak hanya diikuti oleh mahasiswa saja tetapi juga sejumlah dosen dari berbagai jurusan di FISIP USU. Kegiatan ini mendapat perhatian dari Ketua Departemen Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara (USU), Dra. Fatma Wardy Lubis, M.A. Beliau tampak hadir melihat kegiatan tersebut.

Kegiatan ini mendapat perhatian dari Ketua Departemen Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara (USU), Dra. Fatma Wardy Lubis, M.A. Beliau tampak hadir melihat kegiatan tersebut. Foto: Imajinasi FISIP USU

Fenny Wongso, Ketua Divisi Rohani Buddha IMAJINASI mengatakan bahwa donor darah ini merupakan kegiatan yang baru pertama kali dijalankan oleh IMAJINASI dan akan dilaksanakan dalam rentang waktu 3 bulan sekali.

“Pendonor diutamakan oleh mahasiswa FISIP, tetapi tidak menutup kemungkinan untuk mahasiswa fakultas lain untuk berpartisipasi dalam acara ini” tambah Fenny.

Dalam kegiatan ini, panitia  tidak menargetkan jumlah kantung yang akan diperoleh, karena kegiatan tersebut dianggap dapat membantu PMI dalam memenuhi persediaan darah. Seluruh persediaan darah yang ada di bank darah PMI untuk disalurkan kepada yang membutuhkan.
Dr. Zimmy Maulidi mengatakan bahwa kegiatan donor darah ini sangat penting karena melihat tingkat kebutuhan darah di Medan sangat tinggi, tetapi kesadaran masyarakatnya masih sangat rendah. Jika dalam hitungan satu hari saja, PMI memperoleh 40 – 50 kantung darah, namun dalam jangka waktu tiga hari,  kantung – kantung darah tersebut akan habis. (mut/zrs)

Leave a comment